Rabu, 06 April 2005

Mengenal Naturopathy

Naturopathy adalah ilmu yg mempelajari tentang kehidupan, dimana sakit penyakit atau kelainan yg di simptomskan atau ditampakkan oleh reaksi tubuh, dipelajari secara keseluruhan, termasuk lingkungan hidup dan sebab akibatnya sehingga muncul reaksi tubuh sebagaimana ditampakkan.

Penyakit atau kelainan tubuh tdk hanya dilakukan perbaikan terhadap kelainan tersebut, tetapi juga mengeliminasi penyebabnya, sehingga dlm pemberdayaan tubuh, dicapai hasil yg optimal.
Pemberdayaan tubuh tidak dilakukan dengan obat yg pada umumnya merupakan chemical, tetapi menggunakan nutrient tertentu dengan dosage dan penggunaan tertentu sehingga tubuh dapat memberdayakan nutrient tadi utk melakukan penyembuhan secara natural.

Beberapa nutrient yg kini diadopsi dari dunia naturopathy adalah Echinacea yg sekarang digembar-gemborkan sebagai bahan utk meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi sebenarnya sangat berbahaya kalau bahan tersebut diumpankan kedalam tubuh secara terus menerus, karena bukannya akan menaikan daya tahan tubuh melainkan justru menurunkan daya tahan tubuh.

Masih sangat banyak pemakaian atau utilizazi tumbuhan yg salah kaprah dalam dunia bisnis obat obatan, yg antara lain Ginseng misalnya yg sebenarnya berbahaya bagi hypertensi karena efek bouncingnya.

Penggunaan bahan sorbitol, Xylitol sebagai bahan pemanis buatan bagi produk produk utk bayi dan anak2, yg sebenarnya juga berbahaya karena bisa mengganggu system syaraf, pencernaan, dan system hormonal.

Kedelai bagi bayi yg juga sangat mempengaruhi pertumbuhan organ sexual dan system hormonal yg kemudian bagi golongan darah tertentu mempunyai efek pada pertumbuhan hormon imbalance yg berakir dg tumor dan cancer, dlsbnya.

So, walaupun ND (naturopathy doctor) belum banyak di Indoensia dan masih bisa dihitung dgn sebelah tangan, saya pikir ada baiknya org mulai mengenalnya baik sebagai system pencegahan, perbaikan atau pun komplementari dan bukan alternatif .

Pendiagnosa kelainan kami, ND lakukan dg menggunakan laboratorium test, image test seperti USG, Xray, MRI, CT dlsbnya, dgn beberapa diagnostik test yg jarang dipakai atau bahkan tidak pernah dipakai di dunia medis, seperti test visual kandungan reaksi polinamin di urine, Iridology, kinesiology, dlsbnya.

Jadi diagnosa sama seperti diagnosa dokter medis, tetapi penanggulangan menggunakan bukan bahan kimia dg memperhatikan semua aspek termasuk side effect dari bahan non chemical tersebut.

Berbeda dg Herbalism yg menggunakan herbal dg pola pikir bahwa herbs ini utk sakit ini, sakit itu, dstnya; naturopath melakukan penjabaran ttg kandungan dan reaksi tubuh terhadap herbs yg digunakan, dg demikian, tdk hanya dipercaya, tetapi dibuktikan dg laboratorium dan reaksi tubuh.

Naturopathy mempunyai jurusan khusus mengenai kesejahteraan Ibu & anak yg merupakan lanjutan specialisasi dari ND.

Mungkin dgn beberapa contoh ini, bisa menjabarkan lebih jelas apa yg dikerjakan Naturopathy:
Ada pasien dg keluhan anemia aplaitis, dlm hal ini berarti bahwa sumsum tulang belakang sang pasien tdk mampu utk menghasilkan darah sehingga tidak ada jalan lain selain di cangkok atau dilakukan infus setiap bulannya. Pasien ini kebetulan adalah org tua yg berumur sdh diatas 70 tahun, sehingga jalan yg dipilih adalah infus setiap bulan. Dlm hasil pemeriksan yg dilakukan ahli penyakit dlm, disimpulkan bahwa positif anemia aplaitis; sedangkan dlm pemeriksaan saya dgn berbagai kemungkinan saya temukan bahwa sang pasien mengalami bleding, dan infeksi saluran kemih akut, sehingga dg pemberian perbaikan menyangkut candida, linning system, dan muscus membran, sang ibu bisa dijauhkan dari infus, pada hal sdh 1 tahun 8 bulan mengalami siksan infus setiap bulan.

Jadi dg kendala yg ditampakkan, dan pola pemeriksaan yg pada mula nya sama, kemudian dgn berbagai tambahan dan kemungkinan yg diperiksa diperoleh hasil kesimpulan dan perbaikan yg berbeda, padahal saya tdk menggunakan antibiotik atau pun chemical drug, saya hanya gunakan kebetulan utk case itu menggunakan bumbu masak dan protein.

Penulis:
Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD
dokter online di milisnya lovingmoms

Posted by Gerda Silalahi

Minggu, 03 April 2005

Makanan Sesuai Golongan Darahnya

Anda mungkin tak pernah berpikir kalau golongan darah ternyata punya hubungannya dengan jenis makanan tertentu. Tak heran ada yang menyatakan "Anda adalah apa yang Anda makan".
________________________________________

Menurut hasil penelitian Dr Peter J. d'Adamo dalam buku Eat Right for Your Type, ternyata ada jenis makanan tertentu yang baik dikonsumsi oleh orang dengan golongan darah tertentu, begitu juga sebaliknya. Orang yang bergolongan darah "O" misalnya, ternyata sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi atau teh dapat menghambat aliran energi yang dimiliki.

Sebagaimana diketahui, ada empat golongan darah yang dikenal yaitu O, A, B, dan AB. Keempatnya berlaku untuk seluruh ras manusia. Entah itu orang asia, kaukasus, afrika, amerika atau australia.

Nah ide d'Adamo didasarkan pada fakta yang menyatakan bahwa golongan darah "O" banyak dimiliki orang zaman pra sejarah saat mereka masih mencari makan dengan cara berburu. Itu sebabnya, menurut teori itu, orang modern yang memiliki golongan darah "O" sangat baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan lemak dan protein.

Golongan darah "A" yang baru diketahui belakangan saat pertanian ditemukan membuat para pemiliknya serta pemilik golongan darah "AB" lebih baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian dan karbohidrat. Sementara para pemilik golongan darah "B" berada diantara "O" dan "A".

Menurut teori itu, orang yang bergolongan darah "B" tidak dapat membakar lemak seefisien kaum "O", sama halnya mereka tak bisa membakar karbohidrat sebaik pemilik golongan darah "A".

Berikut beberapa jenis makanan yang cocok sesuai golongan darah.

Jenis makanan: Produk Susu
Golongan A: kefir, mozzarella cheese, ricotta cheese, soy cheese, soy milk
Golongan AB: yoghurt, cottage cheese, farmer cheese, feta cheese, goat cheese, kefir, susu kambing, mozzarella cheese, rice milk, ricotta cheese
Golongan B: yoghurt, cottage cheese, farmer cheese, feta cheese, goat cheese, kefir, susu kambing, mozzarella cheese, paneer, rice milk, ricotta cheese
Golongan O: rice milk

Jenis makanan: Ikan
Golongan A: carp, cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, salmon, sardine, trout
Golongan AB: cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, sardine, trout, tuna
Golongan B: caviar, cod, halibut, mackerel, monkfish, pickerel, salmon, sardine, trout
Golongan O: bluefish, cod, halibut, herring/kippers, mackerel, monkfish, red snapper, salmon, sardine, snapper, trout, tuna

Jenis makanan: Daging
Golongan A: jantung, hati, sapi
Golongan AB: lamb, mutton, kelinci, kalkun
Golongan B: lamb, mutton, kelinci, menjangan
Golongan O: kerbau, lamb, mutton, kalkun, menjangan

Jenis makanan: Buah-buahan
Golongan A: aprikot, blackberry, blueberry, cherry, lemon, nanas, plum
Golongan AB: cherry, berry, anggur, kiwi, lemon, pepaya, nanas, plum
Golongan B: pisang, anggur, pepaya, nanas, plum
Golongan O: pisang, blueberry, cherry, berry, jambu batu, nanas, plum

Jenis makanan: Sayuran
Golongan A: bit, brokoli, wortel, bawang putih, jahe, lettuce, bawang, labu kuning, bayam
Golongan AB: bit, brokoli, wortel (jus), celery, terong, bawang putih, kentang
Golongan B: bit, brokoli, kol, wortel, terong, jahe, merica, kentang
Golongan O: bit, brokoli, bawang putih, lettuce, bawang, merica, kentang, labu kuning, bayam. (Maya/berbagai sumber)

Sumber: Tempointeraktif.com

Posted by Herlyn_rd

Sabtu, 02 April 2005

Mengatur Makanan Sesuai Golongan Darah..?

• Golongan darah Anda O? Hindari kacang-kacangan dan mustard.
• Yang bertipe darah A, hindari produk susu dan daging.

Begitu sekelumit aturan diet yang didasarkan pada golongan darah.
Metode yang cukup baru ini masih diperdebatkan para ilmuwan, tapi pengikutnya sudah banyak. Apa kelemahan dan kelebihannya?

Kegemukan atau berat badan yang berlebih memang mengandung banyak risiko. Selain tubuh tak nyaman dan penampilan kurang sedap dipandang, dari sisi medis juga tidak menyehatkan. Data studi Framingham (AS) menunjukkan bahwa kenaikan berat badan sebesar 10 persen pada pria akan meningkatkan tekanan darah 6,6 mmHg, gula darah 2 mg/dl, dan kolesterol 11 mg/dl.

"Karena itu, kalau kegemukan dibiarkan terus, orang bisa menderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes, dan lainnya," tutur Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, Bogor.

Kalau begitu jelas sekali bahwa berat badan yang berlebihan harus dikurangi. Dewasa ini ada banyak metode yang ditawarkan berkaitan dengan cara mengurangi berat badan. Dimulai dari sedot lemak, pembalutan, minum ramuan herbal atau obat, mandi uap, sampai mengatur pola makan atau diet. Yang terakhir ini pun masih memiliki cukup banyak ragam.

Tentu saja, setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Semua tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh setiap pelakunya.
Sekitar tahun 1996 di Amerika diperkenalkan cara baru diet dengan mendasarkan pada golongan darah si pelaku. Diet ini diperkenalkan oleh seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, bernama Dr. Peter J. D’Adamo.
Dalam proses sosialisasinya, teori ini dicerca para ahli, tapi juga banyak diterapkan orang. Memang ada yang mengatakan bahwa diet macam ini bermanfaat. Nah, apa itu diet berdasar golongan darah dan apa kelemahan serta kelebihannya?

Teori Evolusi
• Dalam bukunya berjudul "Eat Right For Your Type", Dr. D’Adamo menyebutkan bahwa manusia yang memiliki tipe darah berbeda pasti memiliki respon atau tanggapan terhadap makanan yang berbeda pula.
Gagasan ini berakar pada sejarah evolusi, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan golongan darah (O, A, B, dan AB).
Berdasar sejarah evolusi itu disebutkan bahwa sekitar 50.000 sampai 25.000 tahun SM, nenek moyang kita memiliki tipe darah yang sama, yakni O. Mereka ini adalah para pemburu sejati. Setiap hari makanan pokoknya daging.
Namun, pada sekitar tahun 25.000 sampai 15.000 SM, ketika gaya hidup manusia berubah dari pemburu menjadi peramu dan kemudian agraris, muncullah tipe darah A, sebagai penyesuaian atas kebiasaan yang ada. Kemudian, akibat percampuran dari berbagai ras dan terjadinya migrasi dari Afrika ke Eropa, Asia, dan Amerika, tipe darah B muncul. Selanjutnya di zaman modern yang sudah penuh dengan bermacam manusia, tipe darah AB baru ada.
Dalam hal ini, Dr. D’Adamo yakin bahwa kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang dimiliki manusialah yang menyebabkan terjadinya perubahan tipe darah. Adaptasi yang tentu saja terkait dengan makanan yang diasup, diyakini D’Adamo menjadi kunci sehat nenek moyang kita.
Karena itu, menurut dia, kalau mau sehat kita mesti makan seperti yang dilakukan oleh nenek moyang. Misalnya saja, ia memberi rekomendasi bahwa mereka yang bertipe darah O cocok melakukan diet dengan mengasup lebih banyak daging, sedangkan untuk golongan darah A mengikuti diet vegetarian, yakni mengonsumsi makanan rendah lemak.

16 Kategori
• Bagaimanakah kesimpulan itu bisa didapat Dr. D’Adamo? Tentu saja jawabannya lewat penelitian-penelitian yang sudah dilakukannya.
Penelitian selama bertahun-tahun atas tipe darah menunjukkan bahwa ada efek fisiologis yang muncul akibat lektin yang masuk dalam tubuh. Lektin adalah protein yang terdapat pada umumnya makanan, khususnya biji-bijian dari tanaman polong-polongan.
Setiap protein yang terserap tubuh lewat makanan yang kita asup, menurutnya, masing-masing hanya cocok dengan tipe darah tertentu. Kalau makanan tersebut lektinnya tidak cocok dengan tipe darah, akan terjadi bahaya. Bahaya itu berupa menggumpalnya sel darah merah. Proses yang disebut aglutinasi yang dilakukan lektin inilah yang mengakibatkan munculnya banyak keluhan kesehatan.
Terkait dengan persoalan inilah, Dr. D’Adamo melakukan penelitian dengan mengecek reaksi setiap tipe darah terhadap makanan tertentu. Berdasarkan penelitian ini, ia membuat daftar makanan apa saja yang cocok dengan tiap-tiap tipe darah.
Bahkan selain tipe darah, masih digolongkan juga makanan berdasarkan ras. Sebab, menurutnya, tipe darah masing-masing ras berbeda. Ini akibat dari perbedaan lingkungan yang ditempatinya.
Hasilnya, terdaftar oleh Dr. D’Adamo 16 kategori makanan. Terdiri dari: daging dan unggas; hasil laut; susu dan telur; minyak dan lemak; kacang dan biji-bijian; buncis dan polong-polongan; sereal; roti dan aneka kue; padi-padian dan pasta; sayur-sayuran; buah-buahan; jus dan segala macam cairan; rempah-rempah dan bumbu; teh-teh herbal; dan bermacam-macam minuman.
Makanan-makanan ini masih dimasukkan dalam golongan sangat baik, netral, atau harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik bisa diartikan bahwa makanan itu bekerja bagaikan obat. Golongan netral berarti makanan tersebut bekerja sebagaimana yang pengaruhnya kecil bagi tubuh. Golongan dihindari berarti makanan bertindak bagaikan racun bagi tubuh.

Kurang Ilmiah
• Program diet ini telah menjadi tren di beberapa negara. Karena itu, banyak pengikut Dr. D’Adamo yang sudah mencobanya.
Sebagian dari mereka menyatakan bahwa cara diet ini tidak hanya membantu mengurangi berat badan -- walaupun maksud sebenarnya bukanlah untuk itu -- juga bisa memperbaiki kondisi kesehatan. Karenanya, buku karangannya setebal 400 halaman itu menjadi best seller (laris manis) di beberapa negara.
Banyaknya kesaksian akan manfaat diet ini bukan berarti membuat para ahli diet dan ilmuwan langsung setuju begitu saja. Banyak pihak, terutama dari kalangan ilmuwan, menyebutkan bahwa teori Dr. D’Adamo ini kurang ilmiah.
John McMahon, ND, seorang naturopatis dari Wilton Connecticut, AS, menyatakan bahwa teori itu masih harus diteliti lebih lanjut. Dikatakan John bahwa penelitian Dr. D’Adamo atas pengaruh lektin terhadap makanan dijalankan di luar tubuh, maksudnya hanya dilakukan di sebuah tabung uji. Padahal, semestinya harus diteliti dalam tubuh.
Selain itu, efek lektin makanan yang sudah dimasak juga belum terbukti. Memang, Dr. D’Adamo melakukan tes terhadap makanan yang belum dimasak. Namun, bukankah makanan yang diasup biasanya sudah dimasak?
Sikap dan pernyataan yang sama juga diungkapkan John Foreyt, Ph.D, ilmuwan dari Baylor College of Medicine di Houston, AS. "Walaupun teori ini sudah lama dibicarakan dan diteliti, tidak ada kesimpulan yang didapat. Tidak ada kaitannya antara tipe darah dan penyakit tertentu. Ini adalah loncatan kesimpulan yang masih perlu diteliti lebih lanjut," tutur Andrea Wiley, Ph.D, profesor antropologi dari James Madison University di Harrisonburg.
Bahkan Dr. Samuel Oetoro,MS., ahli gizi dari Klinik Nutrifit di Jakarta menambahkan bahwa penelitian yang dilakukan Dr. D’Adamo tidak memenuhi standar penelitian ilmiah. Teori yang diajukannya hanya berdasar bukti empiris atau pengalaman yang dijalankan orang. "Jelas itu tidak cukup," tuturnya.
Padahal, kalau sebuah teori hendak dijadikan pegangan, mesti melewati proses penelitian tingkat tertinggi yang disebut Prospectif Double Blind Randomize Clinical Trial. Maksudnya, penelitian tersebut mesti dilakukan dengan objek yang diambil secara acak (random).
"Yang terjadi pada Dr. D’Adamo tidak demikian. Orang yang diteliti sudah ditentukan, yakni mereka yang pernah datang ke kliniknya. Mereka pun sudah tahu kalau menjalani diet tipe ini, padahal semestinya tidak demikian," papar Dr. Samuel.
Selain acak, pasien harus dibagi dalam dua kelompok, mereka yang menjalankan diet dan tidak. Untuk itu pasien tidak boleh tahu bahwa mereka dibagi dalam dua kelompok. Bahkan mereka juga tidak boleh tahu (blind) kalau sedang diteliti. Juga tidak boleh tahu kalau sedang menjalani diet model ini. Setelah beberapa waktu, hasilnya baru dibandingkan. Dengan alasan kurang ilmiah inilah, bisa dipahami bahwa diet ini tidak dianjurkan oleh ahli gizi.

Gizi Seimbang
• Bagi banyak ahli gizi di Indonesia, juga di negara-negara lain, diet yang terbaik untuk dijalankan sampai saat ini adalah dengan gizi seimbang.
Dr. Samuel menjelaskan bahwa diet gizi seimbang adalah mengasup makanan dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Makanan yang kita asup setiap hari mesti lengkap mengandung semua unsur tersebut. Misalnya, hari ini kita mengonsumsi nasi untuk sumber karbohidrat, tempe atau daging untuk kebutuhan protein, sayur buncis dan wortel untuk kebutuhan vitamin dan mineral, serta minum susu untuk kebutuhan lemaknya. Hari selanjutnya bahannya bisa variasi. Yang jelas, tidak membosankan, tapi juga jangan sampai tidak seimbang.
Pendapat sama juga diungkapkan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan. Menurutnya, berbagai macam diet yang ditawarkan sering tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.
"Setiap individu itu unik dan berbeda. Karenanya, apa yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Kebutuhan nutrisi setiap orang tergantung pada usia, tingkat stres, jenis kelamin, berat badan, faktor emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita," sebut Prof. Ali.
Karena itu, setiap orang mesti paham benar dengan dirinya. Tipe darah bisa dipakai sebagai tambahan informasi untuk mengenali diri, tapi jangan digunakan sebagai patokan dasar. Kalau kurang paham, kita bisa berkonsultasi dengan ahli gizi bagaimana menyikapi diri sendiri. "Yang jelas, setiap hari gizi seimbang dengan variasinya mesti dijalani," tutur Dr. Samuel.
Khas Pemburu Sampai Sensitif

Berdasar penelitiannya, Dr. D’Adamo membuat kesimpulan untuk masing-masing tipe darah, sebagai berikut:

Tipe darah O, yang disebut sebagai pemburu, memiliki ciri khas:
• Sistem kekebalannya berlebihan.
• Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
• Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.
• Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan aktivitas fisik.
• Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis bila makanan yang diasup tidak sesuai.

Tipe darah A berciri khas:
• Jalur pencernaan cukup sensitif.
• Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
• Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi.
• Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.

Tipe Darah B berciri khas:
• Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe darah termasuk di dalamnya daging.
• Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu.
• Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki.
• Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini, diduga risiko terkena virus yang bisa menyerang sistem saraf sangat tinggi.
• Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
• Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila diatasi dengan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.
• Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang.

Tipe Darah AB berciri khas:
• Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
• Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.
• Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan melakukan kegiatan spiritual dibarengi dengan aktivitas fisik dan kreativitas.
• Masih dalam tahap evolusi.
• Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.
• Bentuk gabungan dari tipe A dan B.

@ Abdi Susanto
Sumber: Kompas.com


Posted by Herlyn_rd

Jumat, 01 April 2005

10 Kebiasaan yang dapat Merusak Otak

edited by dr. Martin Leman, DTM&H

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Posted by Herlyn_rd