Kamis, 02 Juni 2005

Does drinking tea during pregnancy affect the foetus?

Questions surrounding caffeine intake and risk of miscarriage and health ofthe foetus continue to be raised by pregnant women.

A study published in the journal of American Medical Association found noevidence that moderate caffeine use increases the risk of spontaneousabortions, growth retention or account for other factors. Another seven-yearepidemiological study on 1,500 women examined the effect of caffeine, duringpregnancy as well as on subsequent child development.

Caffeine consumption equivalent to approximately 3 ? to 5 cups of tea perday had no effect on birth weight, birth length and head circumference ofthe baby. A follow-up examinations at age's eight months, four and sevenyears also revealed no effect of caffeine consumption on the child's motordevelopment or intelligence.

A number of factors influence the metabolism of caffeine and the individual's response to caffeine indigestion. These include pregnancy, age, sex, bodyweight, diet, exercise, and stress smoking and alcohol consumption.

Pregnancy hampers caffeine metabolism. For example, in non pregnant womenthe break-down of half of the caffeine takes an average of 2.5 - 4.5 hours,7 hours during mid-pregnancy and 10.5 during the last few weeks ofpregnancy. As caffeine retention is longer during pregnancy, women sensitiveto caffeine may be affected. As a result a moderate consumption ofapproximately 3-4 cups a day, is recommended for women during pregnancy.http://www.dilmahtea.com/Faq/faq.html

Posted by A2Z-Blinds

Rabu, 01 Juni 2005

25 Tips untuk Kehamilan yang Sehat

Untuk menjaga kehamilan itu agar bayi yang ada dalam kandungan tetap
sehat. Inilah awal untuk memiliki anak yang sehat. Dan masa kehamilan
ini sangatlah menentukan pertumbuhan dan perkembangan si kecil
nantinya.

1. Kontrol teratur ke dokter untuk memeriksakan kehamilan. Bulan-bulan
terakhir kehamilan, kontrol harus dilakukan lebih sering lagi. Bila
Anda mempunyai keluhan atau mempunyai kekhawatiran apapun terhadap
kehamilan yang Anda alami, periksakanlah ke dokter, walaupun ini belum
saatnya Anda harus kontrol kembali.

2. Hindari bahan atau zat-zat kimia yang yang menimbulkan keracunan
seperti insektisida, cat, bahan-bahan yang mengandung merkuri (air
raksa) atau timah hitam.

3. Berhenti merokok bila Anda merokok atau janganlah menjadi perokok
pasif, karena Anda sering menghirup asap rokok dari orang sekitarnya,
misalnya dari suami Anda. Asap rokok akan membuat si kecil lahir
dengan berat badan yang kurang, kematian si kecil dalam kandungan atau
si kecil mudah jatuh sakit atau lambat dalam mempelajari sesuatu
nantinya, dapat juga menyebabkan Anda mengalami keguguran.

4. Minumlah yang lebih banyak, terutama air putih. Cairan yang masuk
berguna untuk membantu peningkatan volume darah yang terjadi selama
kehamilan. Minumlah sedikitnya 6 - 8 gelas sehari, dapat berupa jus
buah, susu, atau air putih biasa. Cara mudah untuk melihat kecukupan
cairan dalam tubuh ialah dengan melihat warna air seni. Bila air seni,
jernih seperti air putih atau hanya sedikit kuning, itu menunjukkan
Anda cukup mengkonsumsi cairan.

5. Konsumsi makanan yang bergizi, untuk memenuhi kecukupan gizi untuk
ibu dan si kecil dalam kandungan. Makanan harus memenuhi 5 kelompok
makanan utama: nasi atau sumber karbohidrat lainnya, daging dan
protein lainnya, sayuran, buah-buahan dan susu. Kurangi makanan
berlemak dan perbanyak makanan berserat


6. Konsumsi vitamin Asam Folat 400 mikrogram perhari, sebelum
kehamilan hingga beberapa bulan pertama dalam kehamilan. Hal ini
berguna untuk mencegah cacat tabung saraf dan tulang belakang pada si
kecil. Asam Folat ini juga penting diperoleh dari makanan yang
mengandung Asam Folat seperti pada sereal, beras merah, jeruk, sayuran
hijau, kacang-kacangan, brokoli, dan lainnya.

7. Konsumsi juga tablet penambah darah, yaitu tablet yang mengandung
zat Besi sebanyak 30 miligram sehari selama masa kehamilan, atau
sesuai yang dianjurkan oleh dokter. Zat Besi ini berguna untuk
mencegah terjadinya anemia pada saat kehamilan, yang dapat menyebabkan
terjadinya risiko untuk terjadinya perdarahan saat persalinan.
Sebenarnya semua wanita yang berusia subur, sebaiknya mengkonsumsi
makanan yang mengandung banyak Zat besi.

8. Cuci tangan sesering mungkin, terutama setelah memegang daging
mentah pada saat memasak atau setelah menggunakan kamar kecil. Karena
dengan cuci tangan akan mencegah penyebaran kuman dan virus yang dapat
menyebakan penyakit.

9. Kenali keadaan diri sendiri. Bila ada tanda atau gejala yang tidak
biasanya seperti nyeri, perdarahan vagina, merembesnya air ketuban,
pusing, pingsan, nafas menjadi pendek, gemetar, nadi menjadi cepat,
terus mual dan muntah, pembengkakan pada sendi, tidak merasakan
pergerakan janin, dan gejala atau tanda lainnya, konsultasikanlah
dengan dokter Anda.

10. Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi obat-obatan termasuk juga
obat-obat tradisional. Termasuk juga alkohol dan kafein. Kafein yang
ada pada teh, kopi, minuman ringan dan coklat perlu juga dibatasi.


11. Obat-obatan yang sering diminum sebelum hamil, misalnya
obat-obatan untuk hipertensi, epilepsi, asma atau kencing manis, perlu
dikonsultasikan kembali dengan dokter Anda. Apakah perlu dilakukan
perubahan atau penyesuaian dengan kehamilan Anda? Apakah obat-obatan
ini aman digunakan dalam kehamilan?

12. Obat-obatan yang dijual bebas seperti untuk mengatasi flu dan
batuk, mungkin dapat membahayakan janin dalam kandungan. Oleh sebab
itu, konsultasikanlah dulu dengan dokter sebelum meminumnya.

13. Jangan sungkan atau takut bertanya pada dokter. Karena ini
menyangkut kesehatan janin dan ibu sendiri. Lebih baik kita
berhati-hati dan menanyakan semua kekhawatirkan yang kita rasakan.

14. Bergabung dalam kelas untuk ibu hamil seperti kelas senam hamil.
Selain dapat mengambil manfaat dari kelas tersebut, calon-calon ibu
juga dapat membagi pengalaman dan menambah pengetahuan dengan sesama
calon ibu lainnya.

15. Tetaplah beraktifitas karena akan baik untuk sang ibu maupun sang
calon bayi. Olahraga yang biasanya aman untuk ibu hamil seperti
berjalan, berolahraga, bersepeda statis. Tapi ingatlah untuk selalu
berkonsultasi dengan dokter sebelum memulainya.

16. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering, sekitar 5 - 6 kali
perhari. Ini jauh lebih baik daripada makan dalam 3 porsi besar
sehari. Pola makan dengan porsi kecil yang lebih sering, dapat
mengurangi mual-muntah di pagi hari dan nyeri lambung.
Hindarilah makanan yang dapat membuat lambung nyeri, walaupun Anda
menyukainya. Gantilah dengan makanan yang lebih bergizi.

17. Hindari mandi atau berendam dengan air panas saat hamil. Karena
panas yang tinggi dapat membahayakan kehamilan.


18. Rencanakan dan buatlah lingkungan rumah yang aman untuk si kecil
nantinya. Hal ini untuk mencegah bahaya-bahaya yang tidak diinginkan.

19. Hindarilah daging yang belum dimasak atau yang dimasak kurang
matang, cucilah tangan setelah memegang hewan peliharaan atau
berkebun. Ini untuk mencegah terjangkit parasit toksoplasma yang
menyebabkan penyakit toksoplasmosis, yang dapat membahayakan janin
dalam kandungan.

20. Karena ukuran rahim yang semakin besar, seiring dengan kurang
efisiennya fungsi ginjal akibat kehamilan, dapat menyebabkan ibu lebih
sering buang air kecil. Dapat juga dapat terjadi keluar air seni saat
bersin, batuk atau ketawa. Ini disebabkan karena adanya tekanan rahim
pada kandung kemih, yang sering terjadi pada bulan-bulan pertama
kehamilan. Jika buang air kecil disertai rasa panas, nyeri dan lebih
sering, periksakanlah ke dokter.

21. Berat badan yang berlebihan atau kurang selama kehamilan dapat
menyebabkan masalah bagi si kecil yang masih dalam kandungan.
Janganlah melakukan diet selama hamil untuk menurunkan berat badan
yang berlebih sebelum berkonsultasi dengan dokter.

22. Melakukan vaksinasi untuk kehamilan. Tanyakanlah pada dokter
mengenai hal ini, kapan sebaiknya vaksinasi diberikan.

23. Hindari pemeriksaan dengan sinar X (ronsen). Jelaskan pada dokter
bila Anda sedang hamil bila dokter meminta Anda untuk melakukan
pemeriksaan itu.

24. Berikan lingkungan yang sehat untuk si kecil dalam kandungan. Dan
saat si kecil telah lahir, dan tumbuh semakin besar, tetaplah beri dia
bimbingan dan kasih sayang. Kesehatan dan keamanan pada lingkungannya,
harus selalu diperhatikan.

25. Istirahatlah yang cukup. Pada saat beristirahat sebaiknya
berbaring ke samping, terutama ke sisi kiri bila sesuai saran dokter.
Posisi ini akan memberikan sirkulasi darah terbaik untuk sang janin
dan dapat mengurangi pembengkakan pada tungkai kaki.

Sumber : Info sehat

Posted by Rarry

Selasa, 03 Mei 2005

List Toko Kue

Untuk Jakarta dan sekitarnya

1. Rini's Catering (Mamanya Mbak Dini), terima macam macam kue/taart dan makanan,
tel: 7691435

2. Pasar Blok M, kue-kue kecilnya juga lumayan,
tapi harus pagi bener alias subuh

3. Almond Bakerry & Cake , Ps. Blok M , telp. 7251191

4. Martha Cake Shop, Jl. Jambu Menteng , telp.nya 315 2572-73
mereka nggak bisa delivery, bisa pesan dulu sehari sebelumnya.

5. Maison Benny
Jl. Cikini Raya 69B, 335425, 3900928 dekat TIM
Jl. Raya Inspkesi Kalimalang, Ruko Bumi Satria Kencana Blok B/9 Bekasi,
8843306
Keterangan :
Toko kue tua, since 1957. Special : double chocolate, black forrest, mocca
Kita bisa minta dihiaskan yang baru, jadi nggak ngambil yg. di display. Biasanya dia sudah sedia bolu-nya
(kue dasarnya). Jadi kita tinggal disuruh tunggu 20 menit, utk. dia menghias
semua pernik-perniknya. Kadang2 10 menit juga udah jadi kok. Kalau weekend hrs pagian.

6. El Bombon, Grand Melia Jl. H.R. Rasuna Said Kav X-O, telp. 526-8080

7. Pand'or
Jl. H.R Rasuna Said Kav 62 Setiabudi Bld.1 Ground Floor , 525-7387-88
Jl. Wijaya I No. 60 Kby.Baru, 720-8351; 724-7011

8. Le Gourmet Cake Shop
Jl. Jend Sudirman Kav 29-31, 521-1352
Jl. Arteri Sektor III Blok UA Plaza Toy R'Us, 769-1350
Jl. Johar 1 A, 310-1833
Jl. Kemang Raya 2, 799-8252
Jl. Jl. Mahakam II/2, 725-3207
Jl. Metro Duta Niaga PI Mall, 750-6980
Jl. Senopati I/15, 521-2752

9. Toko kue OKKY, Jl. Guntur 40-42, Jakarta 12890 (deket Army Look) Telp: 8280971/8295140.
Menyediakan juga lapis legit.

11. la riessa, di daerah Tebet, 580-4659/580-2064/580-2071
Keterangan : bisa delivery, kue traditionalnya enak, kalo pagi lontongnya masih panas.
ice cream cake bisa diantar juga ke rumah.

12. Holand Bakery
Jakbar/Tangerang :
Jl. Hayam Wuruk 79 , 625-1269
Jl. Pesanggrahan Raya 9A Kb. Jeruk, 584-7321
Jl. Tanjung Duren Barat Raya, Pertokoan Greenville Blok A10-11, 567-2372
Jl. Raya Green Garden Blok Z II/32, Kompl. Green Garden, 581-4085
Jl. Raya Serpong Km. 7 Blok 10 E Pakulonan-Tgr, 539-7064;539-7587
Jaksel :
Jl. Arteri Pd. Pinang 35 E (Jl. Bungur), 725-2661
Jl. Ciputat Raya 75, Gg. Ciputat, 743-0952
Jl. RS. Fatmawati 35 D-E, 750-0544;750-0490
Jl. Ciledug Raya 232, Cipulir-Kby.Lama,726-1320
Jl. Raya Ps.Minggu Km. 5 No. 1, 790-2356/57
Jakpus :
Jl. KH. Hasyim ashari 29, 632-6165
Jaktim/Bekasi :
Jl. Raya Jatinegara Timur 109, 851-5105
Jl. Ahmad Yani A6 No. 12 - Bekasi , 885-4012
Jakut :
Jl. Sunter Paradise Blok R/73 Danau Sunter Utara,640-4590;640-4618
Jl. Boulevard Barat Raya Blok LC 7 /19 , 4523001-4
Jl. Boulevard raya Blok TA II/7-8 Klp. Gading, 453-1844; 452-6478

13. Bakeri Monami
Jakbar/Tangerang :
Jl. Bintaro Jaya Sekor III, 735-6517
Jaksel :
Jl. R.S Fatmawati 37, 750-9884
Jl. R.S Fatmawati 8, 7724-3254
Jl. Pakubuwono VI/6, 739-9403
Jl. Bulungan I/64 , 724-4962
Jl. Melawai Raya 191, 724-6109
Jl. Wijaya I/65, 722-9273
Jl. Kemang Raya 7, 718-1379
Jakpus :
Jl. Agus Salim (Sabang) 19, 314-0585
Jl. Tanah Abang II/76, 3483-2308
Jl. HOS. Cokroaminoto 76-78, 334-243
Jl. Salemba Raya 57-59, 310-0114
Jl. Pasar Baru 91, 345-6166
Jaktim/Bekasi :
Jl. Balai Pustaka Timur 3, 472-2776
Jl. Metropolitan Mal - Bekasi , 884-0149
Jakut :
Jl. Aipda KS. Tubun II/25, 530-0542

14. Nila Chandra Cake Shop Jl. Kramat VI/25, 325-680

15. Daily Bread
JL. H.R Rasuna Said Kav.62 Setiabudi Bld II Ground Floor.
Ket : Croissant sandwich sama pastries-nya hmmm...

16. Martin Cakes-Cookies-Puddings
Jl. Palmerah Utara II/232, Jakbar Telp. 5843535, 5494308
Ket : Yang khas itu kue-kue kecilnya (Rp. 2000/piece) sama Nampan Kue-nya.

17. 021-5844924.
Dijamin anda tidak akan kecewa.
Menerima aneka pesanan aneka kue kecil,kue kering,makaroni,lasagne,
tiramisu,brownies dan tumpeng dengan harga dan rasa yang sangat memuaskan.

18. Toko kue Rizky
Jl. Mayor Oking no 88 Cibinong , telp : 021-8751806
Dia hanya melayani pesanan, dan siap antar ke Jkt.
Ice cakenya Rp 190.000, kue coklat dan mocanya sekitar Rp 150.000 tmsk ongkos
kirim ...

19. Pesca Ice Cream di taman kedoya baru, telp. 021-5804604
bisa pesen lewat telpon, dianter

20. telpnya : 021-8751806
Rhum raisin istimewa, bisa diantar. Ukuran 30x30 cm harganya Rp. 190.000.

22. Susy Cakes, telp. 5330633

23. Vivi Bakery, telp. 7252743, 7254153

24. Helena, Jl. Mangga 8 Blok T / 14 Kepa Duri Jakarta Barat
telp. 5665440, 5640677, 5321355, HP 0818141242

25. Toko Kue Ny. Ali, Jl. Kramat Pela II, Kebayoran Baru
specialnya kue mangkok, tako dan bugis.

26. Toko kue Marga, Menteng, telp. 328034

27. Rina Cookies, Jl. Tomang Utara No. 34, telp. 5671837, 5659668

28. Kenny Cake, Jl. Sungai Sambas VI No. 13 - Kebayoran Baru, telp. 7200729, 7208648

29. Beautika - khusus kue-kue manado, Jl. Hang Lekir No 1, Kebayoran Baru, telp. 7226683

30. Tante Go, Telp : 3143211, setauku menyediakan lapis legis enak.
harga sekitar Rp150000-300000.

31. Toko kue Happy: Jl. Haji Nawi No. 18 deket SD Pangudi Luhur. Telp : 7691133/7690861
Lapis legitnya lho... Harga dr Rp 70.000, Rp 82.500, Rp 170.000, Rp 280.000

32. Toko kue Mahkota di Menteng, telp: 3152851 / 3155163, ini juga ada lapis legit enak

33. Toko Roti Glory, Kompleks Green Ville Blok AW-1, lapis legitnya enak

34. Tante Betty : 6346331, jual lapis legit

35. Gordon Blue Cakes & Ice Cream, Jl. Padalarang 3, telp. 3144338

36. Maison Annalita Ice Cream , Jl. Benhill V/15 (021-5702156), Proyek Benhill Los E/18 Lt.1 (021-5732655)
ada cake sama bakery juga

37. Libra Cake :
Jl.Mangga Besar VI Utr 7 (639-8508)
Jl.Danau Sunter Utr BI C-1/16 A (686-885)
Jl.Janur Hijau XII TP-2/24 (452-1019)
Jl. Kalimalang Ry Blvd Ruko BI A/24 (865-1215)
Mall Kelapa Gading (453-1307)
ITC Mangga Dua (601-6768)
ada macem-macem lapis legit (keju, moscovis, Prunes dll)
harganya sekitar 200.000-an lah...enak tapinya.

38. Pondok Hijau, Jl. Warung Buncit Raya Ujung No. 5 Ragunan,
telp. 7805438, 7823611. Soal rasa dan harga sih okeh banget deh.


Toko berikut,juga menyediakan roti buaya :
39. Toko kue dan roti "Suisse".
tokonya ada di daerah kota - mangga besar- gajah mada, di daerah Duri Kosambi Jakbar juga ada

40. Bakery di Carrefour Ratu Plaza, bisa pesan.

41. Mbak Nita, telp. 021-7245533
dia punya toko roti dan biasanya ngebuatin roti buaya untuk orang kawinan.

42. Roti Venus alias unyil di Bogor, ada roti buaya juga.
tmp-nya di Jl. Sukasari

43. Borobudur Intercontinental punya & enak rasanya
Telp. 3805555 minta ke gourment

44. Agen Roti Lauw di Jln. Raya Rs. Fatmawati (dekat Ps. Blok A)/samping pasar Cipete, Kebayoran

45. "Irma", Mampang Raya setelah Blue Bird.

46. Ibu MACHFUD, telp. 584 1271
beliau biasanya jual berupa paket, artinya bukan hanya roti buaya saja
tapi juga ada kue ketannya etc...

47. FINA BAKERY, telp. 549 0618
ini punyanya ibu Machfud juga tapi dia bisa melayani kalo kamu hanya
pesan roti buayanya aja.
Biasanya sich harga standarnya tuch 1 pasang (cowok + cewek) Rp. 150.000
dengan panjang 1/5 meter. trus kalo kamu mau pesan paling telat banget 2 hari
sebelumnya.

48. Pasar blok m, biasanya tiap pagi jam 5-an banyak yg jualan kue2 kecil yg lucu2
dan ada juga yg jual roti buaya...

49. Gandaria Homa Ice Cream
Jl. Gandaria I/39
Kebayoran Baru
Jakarta 12130
Tel/fax: (021) – 7394200

50. Brownies Kukus Amanda
Jl. Ranca Bolang No.5 Margahayu Raya (022) 70774113
Jl. Emung No.49B Karapitan (022) 7317192
Jl. Purwakarta No.D.44 Komplek Ruko Antapani (022) 70788385

51. MERANTI (Bolu Gulung)
Jl. Kruing No.2-K Medan (061) 453-8217

Posted by Herlyn_rd

Senin, 02 Mei 2005

List Playgroup

Jakarta Pusat
1. Budi Mulia Jl. Mangga Besar Raya Jakarta Pusat
2. Holy Angel, Jl. Tanah Abang II No. 11, Jakarta Pusat. Tel 3809577
3. Mutiara Indonesia cab. mangga besar Jl. Mangga Besar VI/50 Jak-Pus, 11150
4. Mutiara Indonesia cab. Pejompongan Jl. Tondano no. 12 Jak-Pus 570-8697
5. Mutiara Indonesia Jl. Cik Ditiro, Menteng, Jak-Pus
6. Regency Playgroup cab. cempaka putih Jl. Rawasari Selatan, Cempaka Putih, Jak-Pus, 10570
7. Regency Playgroup cab. Petojo Jl. Pembangunan II/8 Petojo Utara, Jak-Pus, 10130 384-9083
8. Regency playgroup cab. senen Jl. Kepu Selatan, Senen, Bungur, Jak-Pus, 10460
9. TK Ar Rahman Belakang Hotel Regent, Jak-Pus
10. TK Mini Pak Kasur Cikini V/2, Jak-Pus 338-179

Jakarta Selatan
1. Bambino Jl. Brawijaya no. 4, Kebayoran Baru, Jak-Sel 720-3356
2. Bina Keluarga Balita (menengah-bawah Kelurahan Duren tiga, Pancoran, Jak-Sel
3. Ceria Montessori Jl. Simpruk Golf IIIJakarta SelatanTel. 7221369
4. Delima Jl. Bangka XI-C/9B, Kemang, Jak-Sel 719-6236 719-1144
5. High/Scope Pre-School Jl. Metro Pondok Indah No. 33, Jak-Sel 780-7644/722-2325
6. Kartini Pre School Jl. Raya Cilandak KKO No. 60 Jakarta SelatanTel. 7807644
7. Kembang Jl. Kemang II/1, Jak-Sel 799-5016
8. Kidsports Family Fun & Fitness Kompleks Pondok Indah Golf and Country Club, Jl. Metro Pondok Indah No. 1, Jakarta 12310 751-2403, 766-5028, 766-5029 5209366
9. Kids'World - fun educational centre at Jalan Suryo no. 5 - Senopati Jakarta Selatan. Telp 72792075, 72794369
10. Kinderfield at Mall Ambassador Lt. 5 Casablanca Ph.5762376
11. Kinderland Pre School Pondok Indah Housing Estate Jl. Sekolah Duta V No. 3 Pondok IndahJakarta Selatan Tel. 7653077
12. Kinderland Pre SchoolBona Indah Housing EstateJl. Bona Vista RayaLebak Bulus, Jakarta SelatanTel. 7692988, 7692989
13. Mutiara Indonesia cab. Bintaro Jl. RSC Veteran no. 20, Jak-Sel
14. Mutiara Indonesia cab. Cinere, Jl. Cinere Raya no.19. Telp.7543730
15. Mutiara Indonesia cab. Cipete Jl. Gaharu II/15, Jak-Sel 754-3730
16. Mutiara Indonesia cab. Kalibata Jl. Kalibata Tengah no. 5, Jak-Sel
17. Mutiara Indonesia cab. Pamulang, Jl. Molek Raya Blok AX.24 no. 1 dan 2, Pamulang Permai, telp. 74705001.
18. OSSC(One Stop Study Center), yayasan Tunas Muda Jl. Iskandarsyah I no. 11, Kebayoran Baru, Jak-Sel 730-3422
19. Pondok Indah Montesorri Jl. Metro Pondok Indah TG XI 39, Jak-Sel 765-4617
20. Regency Playgroup cab. Kebayoran Jl. Wijaya X/I, Kebayoran Baru, Jak-Sel, 12310
21. Regency Playgroup cab. Tebet Jl. Tebet Barat XII/3, Jak-Sel, 12810
22. Shinning Stars,Jl Elang Raya, Bintaro sektor 9 Telp: 74861012
23. Start Bright Pre School Jl. Hang Tuah II/2, Kebayoran Baru, Jak-Sel 765-4617
24. Sunshine Pre School, Yayasan Pengembangan Anak Mentari Sunshine Pre School Jl. Lamandau IV no. 1, Jak-Sel 726-5515/726-5516
25. Tadikapuri, cab. Blok M Jl. Panglima Polim V/62, Kebayoran Baru, Jak-Sel, 12160
26. Tadikapuri, cab. Kebayoran Baru Jl. Dharmawangsa I/22, Jak-Sel, 12160
27. Tadikapuri, cab. Kebayoran Baru Jl. Raya I/33, Kebayoran Baru, Jak-Sel, 12120
28. Tadikapuri, cab. Kebayoran Baru Wijaya Grand Center Blok A 11, Jl. Wijaya II, Jak-Sel, 12160
29. Taman Bermain Kepompong Jl. Bangka Raya 99B, Jak-Sel, 12720
30. Teddy Bear Taman Balita Jl. Metro Pondok Indah 61, Jak-Sel 769-1701
31. The Kids Club Fan Languages International Jl. Cikajang 56, Kebayoran Baru, Jak-Sel 726-9390
32. TK Mini Pak Kasur Jl. H. Noor. Pasar Minggu 7946568
33. Tumble Tots Mall Ambassador Lt. 5 Casablanca Ph.5760376
34. Tumble Tots Pondok Indah Plaza II, Jl. Metro Pondok Duta Niaga Blok BA II no. 43, Tel : 7510454
35. Tutor Time cab. Kemang Jalan Kemang Utara no. 56 Jak-Sel 12730 Tel: 71793139, 7182087
36. Tutor Time cab. Pondok Indah Jl. Arteri Pondok Indah no. 1, Jak-Sel (behind QB Plaza) Tel: 72798185, 72798223
37. Tutor Time Jl. Kemang Utara 56, Jak-Sel 799-3139
38. Yayasan Brawijaya Brawijaya Apartments Ground FL, Jl. Brawijaya XII no.1, Jak-Sel 722-7221

Jakarta Timur
1. ABC kids - Bukit Rafflesia blok E-2, Cibubur telp. 8454508
2. Kinderland Pre School Pulo Mas Housing Estate Jl. Kayu Putih Raya Blok A IV Kav. 1-4 Pulo Mas, Jakarta Timur Tel. 4706722, 9111635
3. Mutiara Indonesia cab. Pondok Kelapa jl. Kelapa Hijau Raya Blok M No. 8-9, Kompleks Billy & Moon, Jak-Tim 864-2960
4. Mutiara Indonesia cab. Pulomas Jl. Kayu Putih Selatan Kav. IV D No. 58, Jak-Tim 471-3168
5. Pelangi playgroup Komplek Taman Modern Cakung, Blok G2 No 17 Cakung - Jakarta Timur Telp 4619166
6. Regency Playgroup cab. Cipinang Jl. Cipinang Elok II, Cipinang Muara, Jaktim, 13420
7. Regency Playgroup cab. Matraman Jl. Slamet Riyadi 8A, Jaktim, 13150

Jakarta Barat
1. Aisyah 2 Jl. Susilo 1 Rt013/03, Jak-Bar 563-397
2. Al-Azhar Jl. Kemandoran I/79, Jak-Bar 532-7437
3. Anggrek Mal, 4th Unit E05 563-9247
4. Ciputra Mal 5th Fl Unit 33 560-5544
5. Dunia Montessori Taman Surya III J4 no. 7, Jak-Bar 545-8330
6. Ecclesia Jl. Taman Ratu Blok A-1/22, Jak-Bar 565-0851
7. Gracefields Kindergarten Jl. Kembang Abadi VII Blok A 14/14 Puri Indah-11610 (021)- 5803811/581-7182
8. Kawan-Kawan Selvy Jl. Srengseng Kembangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat e-mail: [email protected]
9. Kinderland Pre School, Yayasan Bumi Raya Putra Jl. Surya Gardenia, Sunrise Garden, Jak-Bar, 11520 580-2323, 911-1635
10. Kinderworld Montessori Preschool, Jl. Kembang Sakti Timur I Blok D-9 NO. 21-22, Puri Indah, Jakarta Barat, Tel 5805088
11. Ladybird Preschool and English Activity Center Jl. Surya Timur W/26 Sunrise Garden, Jakarta Barat 11520 (021)-580-0389/530-5892
12. Lolly Pop Surya Utama J/8 Sunrise Garden, Jak-Bar 581-8725
13. Mutiara Indonesia cab. Citra Garden Perumahan Taman Surya II Blok B4 no. 1, Kalideres, Jak-Bar 544-1039
14. Mutiara Indonesia cab. Taman Surya, Perumahan Taman Surya II Blok B 4/1. Telp. 5441039
15. Mutiara Indonesia cab. Tanjung Duren, Jl. Kebon Raya 11 JakBar, tel. 5652526
16. Mutiara Indonesia Jl. Srengseng Raya no. 17. Kebon Jeruk, Jakarta Barat 5841384
17. OSSC(One Stop Study Center), Yayasan Tunas Muda Jl. Kedoya Angsana D13 no. 1 dan 18, Jak-Bar 580-2035
18. Permata Indonesia Jl. Mandala Raya No. 5 Jakarta Barat Tel. 5682229
19. Puri Indah, Rukan Sentra Niaga Puri Indah T3/16 583-02982-3
20. Regency Playgroup Jl. Akasia Baru B 10/25, Taman Kedoya Baru 580-0294
21. Sanggar Bobo Mal Ciputra
22. Saraswati Jl. Raya Kembangan II, Jak-Bar 580-8904
23. Saraswati Pre-School Jl Raya Pejuangan no. 28, Kb. Jeruk Jakarta Barat
24. The Kids Club Fun Languages International Jl. Penyelesaian Tomang I Blok 7/13, Meruya, Jakarta Barat 586-9958
25. Tutor Time cab. Jak Bar, Jl. Puri Kencana Blok L7/1, ph: 5811664, 58300003

Jakarta Utara
1. Mutiara Indonesia cab Sunter Blok HA 5 no. 1, Sunter Agung Pogomoro, Jak-Ut 082-131102
2. Mutiara Indonesia cab. Kelapa Gading, Jl. Janur Elok IV, Blok QE 9 no. 1, Kelapa Gading, Jakut. Telp. 4529301
3. Regency Playgroup cab. Pluit Jl. Pluit Barat VI no. 24, Penjaringan, Jak-Ut, 14450
4. Regency Playgroup cab. Tanjung Priok Jl. Flamboyan 101/1, T. Priok, Jak-Ut, 13420
5. Tumble Tots Wisma ADR 5th Floor, Jl. Pluit Selatan no. 1A 661-9290 661-9270
6. Tutor Time cab. Kelapa Gading I Jl. Raya Janur Elok QC 14/12, Kelapa Gading, Jak-Ut Tel: 4516269, 4516913
7. Tutor Time cab. Kelapa Gading II Komp. Ruko Bukit Gading Indah O15/16, Kelapa Gading, Jak-Ut Tel: 45842794-95
8. Tutor Time cab. Pluit, Jl. Pluit Utara Raya No. 72, Tel : 6692513, 6619860

Bekasi
1. Al-Muzzammil, Playgroup / Tk, Perum Graha Indah-Bekasi ph : 849 94346
2. Mutiara Indonesia cab. Bekasi (TK+SD) Jl. Cikunir Kampung Dua, Jaka Sampurna - Bekasi Selatan. Telp. 8867163
3. TK Al- Azhar Kemang Pratama, Pekayon Ph : 885 5758
4. TK Ar Rahman, Komplek Perum Graha Indah - Bekasi Ph : 849 70136

Bogor
1. Mutiara Indonesia cab. Bogor, Jl. Cikurai no. 17. Telp. 0251-354642

Tangerang
1. Mutiara Indonesia cab. BSD : Sektor XIV1-4-11, telp.5381255
2. Mutiara Indonesia cab. Citra Raya Jl. Raya Serang km. 14.7 kec.cikupa Tangerang. Telp. 5969087

Depok
1. Mutiara Indonesia cab. Depok, Jl. Kartini no. 56A, Margonda Ujung Depok. Telp. 7762610
2. TKIT Az Zahra, Kompleks Perum Kemang Ifi Graha -Bekasi Ph : 821 4487

Bandung
1. Mutiara Indonesia cab. Bandung 1, Jl. Suka Wangi no.5 (Setia Budi), Bandung - 40153. Telp. 022-2038165, fax 022-231198
2. Mutiara Indonesia cab. Bandung 2, Jl. Ranggamalela no. 6. Telp.022-4203996
3. Tutor Time cab. Bandung, Jl. Dipati Ukur no. 7 (Jl. Kyai Gede Utama corner), Tel : 2500031, 2501145

Posted by Herlyn_rd

Minggu, 01 Mei 2005

List Yayasan Baby Sister

Puspa Indah 916 4509 or 0815 9520233
Permata Kasih 75900483
Siwi Asih Depok telp. 77882950/HP# 08121999179 (ibu Kris)

Bekasi
1. Bekasi, Bekasi, cp. Ibu Eddy, Telp : 88985440
2. Bulan Purnama, Telp : 8015278
3. Klinik Raden Saleh (Rate 1/1), Jl. Pondok Pekayon Indah, Cabang:
Bekasi Blok BB 42 No. 14, Bekasi Selatan, Telp : 8200209
4. Permata Hati (Rate 2/2), Pekayon Bekasi, cp. Bp. Kris, Telp :
8203370
5. Tini, cp. Ibu Tini, Telp : 8356547

Depok
1. Harapan Bunda, Vila Pertiwi Blok H4 No. 10, Depok, cp. Ibu Ati,
Telp : 8754494, 8755154
2. Ibu Kris, Depok Jawa Barat, cp. Ibu Kris, Telp : 7777650
3. Restu Putri Pertiwi, Jl. Mekar No. 30 rt 03/010, Depok, cp. Ibu
Fitria/Mas Alen, Telp : 7755475
4. Suster Endang, Depok, Jawa Barat, cp. Sr. Endang, Telp : 7701201

Bogor
1. RSB Melania, Bogor Jawa Barat, cp. Bidan Murni, Telp :
0251-330133
2. Seruni, Dekat RS Karya Bakti, Bogor, Jawa Barat, Telp :
0251-352840, 504442

Jakarta Barat
1. BK, Telp : 5417251
2. Dewi Putri, Cengkareng, cp. Bp. Batubara / Ibu Dewi, Telp :
5413981, 5454638
3. Djiwowaskito, Kantor Cabang : Jl. Alpuket VIII No. 19 C, Tanjung
Duren Utara, cp. Bp. Andi, Telp : 5668972
4. Eldina, Telp : 5856548
5. Harapan Bunda (Rate 2/1), Kompleks Peruri, Ciledug, Tangerang,
cp. Ibu Sri, Telp : 7301645
6. Ibu Dewi, Jl. Gelong Baru Selatan III No. 16 Grogol Jakarta
Barat, cp. Ibu Dewi, Telp : 5682474
7. Ibu Elly, cp. Rima/Pur, Telp 08128023122, 5657020, 5642008
8. Ibu Tyas, cp. Ibu Tyas / Ibu Tini, Telp : 5849795
9. Ibu Yanti, Grogol, Jakarta Barat, cp : Ibu Yanti, Telp : 5861266
10. Kasih Lestari, Jl. Kemanggisan Utama VII No. 3, Slipi, Jakarta
Barat, cp. Ibu Mince/Ibu Nel, Telp : 5357501
11. Nanda Asih, Grogol Jakarta Barat, Telp : 5510894 (Jl. Rusa Raya
52 Perum 2 Karawaci Tangerang) atau 5844672
12. Siwi Asih, Jl. Dr. Susilo 3-B No. 11 Grogol, Belakang Terminal,
Depan Gereja Sidang Jemaat, Jakarta Barat, cp. Ibu Maria / Ibu Murni,
Telp : 5601721, 5465087
13. Sr. Sunarti, Jl. Anggrek Neli Murni No. 107-C Kemanggisan,
Jakarta Barat, cp. Sunarti, Telp : 5493149, 7416376

Jakarta Pusat
1. Dharma Asih (Rate 1/1) Bunder Raya no. 7A Senen (Dekat Stasiun
Senen), Telp : 3912830
2. Elita Vitita, Telp : 3916566, 3156972, 3909812
3. Hidup Sehat, Jl. Surabaya, Jakarta Pusat, cp. Ibu Ani, Telp :
3155161
4. Ibu Elizabeth, Menteng, Jakarta Pusat, cp. Ibu Elizabeth, Telp :
8716678, 0811854205
5. Kasih Abadi, Jl. Lautze No. 74, Telp : 3864093, 3845622
6. Klinik Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Telp : 3144347,
5453325
7. Marsudisiwi, Menteng, Jakarta Pusat, cp. Ibu Wiji, Telp :
3909128
8. Mitra Ananda, Menteng, Jakarta Pusat, Telp : 8742263, 8750402

Jakarta Selatan
1. Abadi, Ciputat, Jakarta Selatan, Telp : 7404460
2. Agus, cp. Bp. Agus, Telp : 7204114, 6313170
3. Andika Putra (Rate 4/1), Jl. Lamandau, Kebayoran Baru, Jakarta
Selatan, Telp : 7205523
4. Budi Utama, cp. Ibu Lien, Telp : 7394271
5. Bunda Kasih, Kemang, Jakarta Selatan, cp : Ibu Yanti / dr.
Gunawan, Telp : 7807166
6. Darman, Tebet, Jakarta Selatan, Telp : 84995674
7. Emis Leo, Pamulang, Jakarta Selatan, Telp : 7202426
8. Fantasia, Jl. Gandaria I No. 49 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
cp. Ibu Tina, Telp : 7245927
9. Ibu Ripka, Jl. Bambu Kuning No. 11 RT 2 RW. 01, Pejaten, Pasar
Minggu, Jakarta Selatan, cp. Ibu Ripka / Bapak Iwan, Telp : 7802723
10. Kasih Agape, Ciputat, Jakarta Selatan, cp. Ibu Caroline, Telp :
7440279, 7406694
11. Kasih Ananda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Telp : 7324438
12. Kasih Bunda, Jl. Lebak Bulus Raya No. 9 Kampung Kapuk, Jakarta
Selatan, Telp : 7659450
13. Nusantara, Jl. Pulo Raya III No. 13-A, Jakarta Selatan, cp. Eni
/ Yulvia, Telp : 7260744
14. Pelita Kasih, Jl. Jurangmangu 5 Bintaro Jaya Sektor 5 Menteng
Bintaro, Jakarta Selatan, cp. Ibu Fadlila / Ibu Nelly, Telp : 7455757
15. Putri Pertiwi, Jl. Damai, Petukangan, cp. Ibu Karmila, Ibu Nia,
Telp : 7364364
16. Rahayu, Tebet, Jakarta Selatan, Telp : 8622249
17. Ria Asih (Rate 1/1), Jl. Maritim II No. 2, Cilandak Barat /
seberang SUBUD, Jakarta Selatan, cp. Bapak Riyanto, Telp : 7691568
18. Rona, cp. Rona, Telp : 7324438
19. Samino, Telp : 7190805
20. Setia Ananda, Pangkalan Jati, Jakarta Selatan, Telp : 75900503
21. Siti, Jl. H. Sijan No. 28 Pasar Jumat, Jakarta Selatan, cp. Ibu
Siti, Telp. : 9155278
22. Siwi Asih, Pamulang, Jakarta Selatan, cp. Ibu Rini, Telp :
74630166
23. Sr. Kristin, RS YPK, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, cp. Sr.
Kristin, Telp : 3909725, 7816240
24. St. Fr. Asisi, Jl. H. Ramli No. 24, Kompleks Asisi, Menteng
Dalam, Jakarta Selatan, cp. Ibu Anton / Ibu Ida, Telp : 8280642,
8290936 (08.00-13.30)
25. Tarsi, Bintaro Jakarta Selatan, Telp : 7356551
26. Tiara Cipta, RS. Fatmawati, Jakarta Selatan, Telp : 75902862
27. Titian, Jl. Tebet Timur Dalam 8 X No. 3, Jakarta Selatan, Cp.
Ibu Pur, Telp : 8280970,
28. Triwahyu Handayani, Patal Senayan, Jakarta Selatan, cp. Bpk.
Darsono, Telp : 5328062
29. Zr. Nunu (Rate 4/1), Pamulang, Jakarta Selatan, cp. Ibu Tuti,
4711733

Jakarta Timur
1. Bidan Fatimah, Jl. Sunan Demak No. 5 Rawamangun / Blkg Apotik
Sehat Al Azhar, Jakarta Timur, Telp : 4754176
2. Citra Bunda, Jl. Boulevard Barat, Kompleks Plaza Pacific Blok B1
No. 11 Kelapa Gading Jakarta Timur, Telp : 45842218-9
3. Grahita, Cipondoh, Jakarta Timur, cp. Ibu Lie, Telp : 5547677
4. Ibu Sovia, Telp : 4521241
5. Ibu Yulli, Jl. Pelepah Indah II Blok LB No. 23 Kelapa Gading,
Jakarta Timur, Telp : 4500857
6. Libra, Cawang, Jakarta Timur, Telp : 8569155
7. More Fransisca (Rate 4/2), Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 9-10,
Lantai 3 Blok 66, Perumahan Klender, Jakarta Timur, cp. Ibu Anna, Telp
: 8618205
8. Mutiara Ibu, Pasar Rebo, Jakarta Timur, cp. Ibu Susi / Ibu
Liana, Telp : 8408650
9. RS Islam, Jl. Raya Pondok Kopi Jakarta Timur, cp. Ibu Satiyem /
Ibu Bainar, Telp : 8610471 ext. 124
10. Sofia, Rawamangun, Jakarta Timur, cp. Ibu Sofia, Telp : 4521241
11. Sr. Leony, RS. Mitra Keluarga Jatinegara, Jakarta Timur, cp. Sr.
Leony, Telp : 2800888
12. Sr. Tatang (Rate 4/1), Jl. Matraman Raya 128 Jakarta Timur, Telp
: 8580226
13. Sr. Tatang, Telp : 4247433
14. Triana, Jl. Cempaka Putih Jakarta Timur, cp. Sr. Tien / Yanti /
Susie, Telp : 4200429, 4208686

Jakarta Utara
1. LPK Citra Bunda, Kelapa Gading, Jakarta Utara, cp. Indri /
Yanti / Nia, Telp : 45842218 - 9, 45846039
2. LPK Setia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Telp : 4502256
3. Sr. Sari Dewi, Kelapa Gading, Jakarta Utara, cp. Sr. Sari Dewi,
Telp : 4527919

Jawa
1. Bina Karier, Jogjakarta, cp. Ibu Wanti, Telp : 0274-382321
(10.00-14.00)
2. Bina Sejahtera, Jogjakarta, cp. Ibu Sri Rasyidi / Ibu Noni, Telp
: 0274-585314, 413347
3. Budi Asih, Jogjakarta, cp. Bpk. Budi, Telp : 0274-372681
4. Dharma Bakti, Jl. Pramuka No. 89, Purwokerto, cp. Bpk. Koen,
Telp. 0281-639466
5. Djiwowaskito, Kantor Pusat, Jl. Perintis Kemerdekaan NO. 213,
Karang Pucung Rw 01 No. 14-15, Purwokerto, cp. Ibu Ari / Ibu Ati, Telp :
0281-32920, 38620
6. Ibu Ninda, Jogjakarta, cp. Ibu Ninda / Bpk. Aryo, Telp :
0274-523332
7. Kusuma Mandiraja, Jawa Tengah, Telp : 0286-92636
8. Puspa Rini, Kutoarjo, Jawa Tengah, cp. Bpk. Totok, Telp:
0275-322780
9. Tunas Mulya, Jogjakarta, Telp : 0274-797175
10. Abdi Nusantara, Magelang, Jawa Timur, cp. Bpk. Parman, Telp :
0293-335246
11. Bina Asih, Magelang, Jawa Timur, cp. Ibu Istiqomah / Ibu Ati,
Telp : 0293-782665, 782435
12. Bpk. Effendi, Surabaya, Jawa Timur, cp. Bpk. Effendi, Telp :
031-7412161
13. Ibu Sunarti (Rate 4/4), Ponorogo, Jawa Timur, cp. Ibu Sunarti,
Telp : 0352-484387
14. Karang Menjangan, Karang Menjangan, Surabaya, Jawa Timur, Telp.
031-5016884
15. Ngagel, Jl. Raya Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, Telp :
031-5660877
16. Ridho, Jl. Sumatera No. 4 Ponorogo, Jawa Timur, cp. Ibu Siti /
Ibu Ning / Ibu Yanti, Telp : 0352-481522
17. RS. Millenia, Surabaya, Jawa Timur, Telp : 031-5032854

Unknown Area
1. Bhakti Indonesia, Telp : 9134993, 0818113162
2. Hiba Agency (Rate 1/1), Telp : 9177945, 9210576
3. Immanuel, Telp : 9249884

Posted by Rarry

Rabu, 06 April 2005

Mengenal Naturopathy

Naturopathy adalah ilmu yg mempelajari tentang kehidupan, dimana sakit penyakit atau kelainan yg di simptomskan atau ditampakkan oleh reaksi tubuh, dipelajari secara keseluruhan, termasuk lingkungan hidup dan sebab akibatnya sehingga muncul reaksi tubuh sebagaimana ditampakkan.

Penyakit atau kelainan tubuh tdk hanya dilakukan perbaikan terhadap kelainan tersebut, tetapi juga mengeliminasi penyebabnya, sehingga dlm pemberdayaan tubuh, dicapai hasil yg optimal.
Pemberdayaan tubuh tidak dilakukan dengan obat yg pada umumnya merupakan chemical, tetapi menggunakan nutrient tertentu dengan dosage dan penggunaan tertentu sehingga tubuh dapat memberdayakan nutrient tadi utk melakukan penyembuhan secara natural.

Beberapa nutrient yg kini diadopsi dari dunia naturopathy adalah Echinacea yg sekarang digembar-gemborkan sebagai bahan utk meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi sebenarnya sangat berbahaya kalau bahan tersebut diumpankan kedalam tubuh secara terus menerus, karena bukannya akan menaikan daya tahan tubuh melainkan justru menurunkan daya tahan tubuh.

Masih sangat banyak pemakaian atau utilizazi tumbuhan yg salah kaprah dalam dunia bisnis obat obatan, yg antara lain Ginseng misalnya yg sebenarnya berbahaya bagi hypertensi karena efek bouncingnya.

Penggunaan bahan sorbitol, Xylitol sebagai bahan pemanis buatan bagi produk produk utk bayi dan anak2, yg sebenarnya juga berbahaya karena bisa mengganggu system syaraf, pencernaan, dan system hormonal.

Kedelai bagi bayi yg juga sangat mempengaruhi pertumbuhan organ sexual dan system hormonal yg kemudian bagi golongan darah tertentu mempunyai efek pada pertumbuhan hormon imbalance yg berakir dg tumor dan cancer, dlsbnya.

So, walaupun ND (naturopathy doctor) belum banyak di Indoensia dan masih bisa dihitung dgn sebelah tangan, saya pikir ada baiknya org mulai mengenalnya baik sebagai system pencegahan, perbaikan atau pun komplementari dan bukan alternatif .

Pendiagnosa kelainan kami, ND lakukan dg menggunakan laboratorium test, image test seperti USG, Xray, MRI, CT dlsbnya, dgn beberapa diagnostik test yg jarang dipakai atau bahkan tidak pernah dipakai di dunia medis, seperti test visual kandungan reaksi polinamin di urine, Iridology, kinesiology, dlsbnya.

Jadi diagnosa sama seperti diagnosa dokter medis, tetapi penanggulangan menggunakan bukan bahan kimia dg memperhatikan semua aspek termasuk side effect dari bahan non chemical tersebut.

Berbeda dg Herbalism yg menggunakan herbal dg pola pikir bahwa herbs ini utk sakit ini, sakit itu, dstnya; naturopath melakukan penjabaran ttg kandungan dan reaksi tubuh terhadap herbs yg digunakan, dg demikian, tdk hanya dipercaya, tetapi dibuktikan dg laboratorium dan reaksi tubuh.

Naturopathy mempunyai jurusan khusus mengenai kesejahteraan Ibu & anak yg merupakan lanjutan specialisasi dari ND.

Mungkin dgn beberapa contoh ini, bisa menjabarkan lebih jelas apa yg dikerjakan Naturopathy:
Ada pasien dg keluhan anemia aplaitis, dlm hal ini berarti bahwa sumsum tulang belakang sang pasien tdk mampu utk menghasilkan darah sehingga tidak ada jalan lain selain di cangkok atau dilakukan infus setiap bulannya. Pasien ini kebetulan adalah org tua yg berumur sdh diatas 70 tahun, sehingga jalan yg dipilih adalah infus setiap bulan. Dlm hasil pemeriksan yg dilakukan ahli penyakit dlm, disimpulkan bahwa positif anemia aplaitis; sedangkan dlm pemeriksaan saya dgn berbagai kemungkinan saya temukan bahwa sang pasien mengalami bleding, dan infeksi saluran kemih akut, sehingga dg pemberian perbaikan menyangkut candida, linning system, dan muscus membran, sang ibu bisa dijauhkan dari infus, pada hal sdh 1 tahun 8 bulan mengalami siksan infus setiap bulan.

Jadi dg kendala yg ditampakkan, dan pola pemeriksaan yg pada mula nya sama, kemudian dgn berbagai tambahan dan kemungkinan yg diperiksa diperoleh hasil kesimpulan dan perbaikan yg berbeda, padahal saya tdk menggunakan antibiotik atau pun chemical drug, saya hanya gunakan kebetulan utk case itu menggunakan bumbu masak dan protein.

Penulis:
Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD
dokter online di milisnya lovingmoms

Posted by Gerda Silalahi

Minggu, 03 April 2005

Makanan Sesuai Golongan Darahnya

Anda mungkin tak pernah berpikir kalau golongan darah ternyata punya hubungannya dengan jenis makanan tertentu. Tak heran ada yang menyatakan "Anda adalah apa yang Anda makan".
________________________________________

Menurut hasil penelitian Dr Peter J. d'Adamo dalam buku Eat Right for Your Type, ternyata ada jenis makanan tertentu yang baik dikonsumsi oleh orang dengan golongan darah tertentu, begitu juga sebaliknya. Orang yang bergolongan darah "O" misalnya, ternyata sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi atau teh dapat menghambat aliran energi yang dimiliki.

Sebagaimana diketahui, ada empat golongan darah yang dikenal yaitu O, A, B, dan AB. Keempatnya berlaku untuk seluruh ras manusia. Entah itu orang asia, kaukasus, afrika, amerika atau australia.

Nah ide d'Adamo didasarkan pada fakta yang menyatakan bahwa golongan darah "O" banyak dimiliki orang zaman pra sejarah saat mereka masih mencari makan dengan cara berburu. Itu sebabnya, menurut teori itu, orang modern yang memiliki golongan darah "O" sangat baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan lemak dan protein.

Golongan darah "A" yang baru diketahui belakangan saat pertanian ditemukan membuat para pemiliknya serta pemilik golongan darah "AB" lebih baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian dan karbohidrat. Sementara para pemilik golongan darah "B" berada diantara "O" dan "A".

Menurut teori itu, orang yang bergolongan darah "B" tidak dapat membakar lemak seefisien kaum "O", sama halnya mereka tak bisa membakar karbohidrat sebaik pemilik golongan darah "A".

Berikut beberapa jenis makanan yang cocok sesuai golongan darah.

Jenis makanan: Produk Susu
Golongan A: kefir, mozzarella cheese, ricotta cheese, soy cheese, soy milk
Golongan AB: yoghurt, cottage cheese, farmer cheese, feta cheese, goat cheese, kefir, susu kambing, mozzarella cheese, rice milk, ricotta cheese
Golongan B: yoghurt, cottage cheese, farmer cheese, feta cheese, goat cheese, kefir, susu kambing, mozzarella cheese, paneer, rice milk, ricotta cheese
Golongan O: rice milk

Jenis makanan: Ikan
Golongan A: carp, cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, salmon, sardine, trout
Golongan AB: cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, sardine, trout, tuna
Golongan B: caviar, cod, halibut, mackerel, monkfish, pickerel, salmon, sardine, trout
Golongan O: bluefish, cod, halibut, herring/kippers, mackerel, monkfish, red snapper, salmon, sardine, snapper, trout, tuna

Jenis makanan: Daging
Golongan A: jantung, hati, sapi
Golongan AB: lamb, mutton, kelinci, kalkun
Golongan B: lamb, mutton, kelinci, menjangan
Golongan O: kerbau, lamb, mutton, kalkun, menjangan

Jenis makanan: Buah-buahan
Golongan A: aprikot, blackberry, blueberry, cherry, lemon, nanas, plum
Golongan AB: cherry, berry, anggur, kiwi, lemon, pepaya, nanas, plum
Golongan B: pisang, anggur, pepaya, nanas, plum
Golongan O: pisang, blueberry, cherry, berry, jambu batu, nanas, plum

Jenis makanan: Sayuran
Golongan A: bit, brokoli, wortel, bawang putih, jahe, lettuce, bawang, labu kuning, bayam
Golongan AB: bit, brokoli, wortel (jus), celery, terong, bawang putih, kentang
Golongan B: bit, brokoli, kol, wortel, terong, jahe, merica, kentang
Golongan O: bit, brokoli, bawang putih, lettuce, bawang, merica, kentang, labu kuning, bayam. (Maya/berbagai sumber)

Sumber: Tempointeraktif.com

Posted by Herlyn_rd

Sabtu, 02 April 2005

Mengatur Makanan Sesuai Golongan Darah..?

• Golongan darah Anda O? Hindari kacang-kacangan dan mustard.
• Yang bertipe darah A, hindari produk susu dan daging.

Begitu sekelumit aturan diet yang didasarkan pada golongan darah.
Metode yang cukup baru ini masih diperdebatkan para ilmuwan, tapi pengikutnya sudah banyak. Apa kelemahan dan kelebihannya?

Kegemukan atau berat badan yang berlebih memang mengandung banyak risiko. Selain tubuh tak nyaman dan penampilan kurang sedap dipandang, dari sisi medis juga tidak menyehatkan. Data studi Framingham (AS) menunjukkan bahwa kenaikan berat badan sebesar 10 persen pada pria akan meningkatkan tekanan darah 6,6 mmHg, gula darah 2 mg/dl, dan kolesterol 11 mg/dl.

"Karena itu, kalau kegemukan dibiarkan terus, orang bisa menderita penyakit degeneratif seperti hipertensi, jantung koroner, diabetes, dan lainnya," tutur Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB, Bogor.

Kalau begitu jelas sekali bahwa berat badan yang berlebihan harus dikurangi. Dewasa ini ada banyak metode yang ditawarkan berkaitan dengan cara mengurangi berat badan. Dimulai dari sedot lemak, pembalutan, minum ramuan herbal atau obat, mandi uap, sampai mengatur pola makan atau diet. Yang terakhir ini pun masih memiliki cukup banyak ragam.

Tentu saja, setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Semua tergantung pada kondisi dan kebutuhan tubuh setiap pelakunya.
Sekitar tahun 1996 di Amerika diperkenalkan cara baru diet dengan mendasarkan pada golongan darah si pelaku. Diet ini diperkenalkan oleh seorang naturopatis dari Stamford, Connecticut, Amerika Serikat, bernama Dr. Peter J. D’Adamo.
Dalam proses sosialisasinya, teori ini dicerca para ahli, tapi juga banyak diterapkan orang. Memang ada yang mengatakan bahwa diet macam ini bermanfaat. Nah, apa itu diet berdasar golongan darah dan apa kelemahan serta kelebihannya?

Teori Evolusi
• Dalam bukunya berjudul "Eat Right For Your Type", Dr. D’Adamo menyebutkan bahwa manusia yang memiliki tipe darah berbeda pasti memiliki respon atau tanggapan terhadap makanan yang berbeda pula.
Gagasan ini berakar pada sejarah evolusi, khususnya yang berkaitan dengan perbedaan golongan darah (O, A, B, dan AB).
Berdasar sejarah evolusi itu disebutkan bahwa sekitar 50.000 sampai 25.000 tahun SM, nenek moyang kita memiliki tipe darah yang sama, yakni O. Mereka ini adalah para pemburu sejati. Setiap hari makanan pokoknya daging.
Namun, pada sekitar tahun 25.000 sampai 15.000 SM, ketika gaya hidup manusia berubah dari pemburu menjadi peramu dan kemudian agraris, muncullah tipe darah A, sebagai penyesuaian atas kebiasaan yang ada. Kemudian, akibat percampuran dari berbagai ras dan terjadinya migrasi dari Afrika ke Eropa, Asia, dan Amerika, tipe darah B muncul. Selanjutnya di zaman modern yang sudah penuh dengan bermacam manusia, tipe darah AB baru ada.
Dalam hal ini, Dr. D’Adamo yakin bahwa kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang dimiliki manusialah yang menyebabkan terjadinya perubahan tipe darah. Adaptasi yang tentu saja terkait dengan makanan yang diasup, diyakini D’Adamo menjadi kunci sehat nenek moyang kita.
Karena itu, menurut dia, kalau mau sehat kita mesti makan seperti yang dilakukan oleh nenek moyang. Misalnya saja, ia memberi rekomendasi bahwa mereka yang bertipe darah O cocok melakukan diet dengan mengasup lebih banyak daging, sedangkan untuk golongan darah A mengikuti diet vegetarian, yakni mengonsumsi makanan rendah lemak.

16 Kategori
• Bagaimanakah kesimpulan itu bisa didapat Dr. D’Adamo? Tentu saja jawabannya lewat penelitian-penelitian yang sudah dilakukannya.
Penelitian selama bertahun-tahun atas tipe darah menunjukkan bahwa ada efek fisiologis yang muncul akibat lektin yang masuk dalam tubuh. Lektin adalah protein yang terdapat pada umumnya makanan, khususnya biji-bijian dari tanaman polong-polongan.
Setiap protein yang terserap tubuh lewat makanan yang kita asup, menurutnya, masing-masing hanya cocok dengan tipe darah tertentu. Kalau makanan tersebut lektinnya tidak cocok dengan tipe darah, akan terjadi bahaya. Bahaya itu berupa menggumpalnya sel darah merah. Proses yang disebut aglutinasi yang dilakukan lektin inilah yang mengakibatkan munculnya banyak keluhan kesehatan.
Terkait dengan persoalan inilah, Dr. D’Adamo melakukan penelitian dengan mengecek reaksi setiap tipe darah terhadap makanan tertentu. Berdasarkan penelitian ini, ia membuat daftar makanan apa saja yang cocok dengan tiap-tiap tipe darah.
Bahkan selain tipe darah, masih digolongkan juga makanan berdasarkan ras. Sebab, menurutnya, tipe darah masing-masing ras berbeda. Ini akibat dari perbedaan lingkungan yang ditempatinya.
Hasilnya, terdaftar oleh Dr. D’Adamo 16 kategori makanan. Terdiri dari: daging dan unggas; hasil laut; susu dan telur; minyak dan lemak; kacang dan biji-bijian; buncis dan polong-polongan; sereal; roti dan aneka kue; padi-padian dan pasta; sayur-sayuran; buah-buahan; jus dan segala macam cairan; rempah-rempah dan bumbu; teh-teh herbal; dan bermacam-macam minuman.
Makanan-makanan ini masih dimasukkan dalam golongan sangat baik, netral, atau harus dihindari sesuai tipe darah. Golongan sangat baik bisa diartikan bahwa makanan itu bekerja bagaikan obat. Golongan netral berarti makanan tersebut bekerja sebagaimana yang pengaruhnya kecil bagi tubuh. Golongan dihindari berarti makanan bertindak bagaikan racun bagi tubuh.

Kurang Ilmiah
• Program diet ini telah menjadi tren di beberapa negara. Karena itu, banyak pengikut Dr. D’Adamo yang sudah mencobanya.
Sebagian dari mereka menyatakan bahwa cara diet ini tidak hanya membantu mengurangi berat badan -- walaupun maksud sebenarnya bukanlah untuk itu -- juga bisa memperbaiki kondisi kesehatan. Karenanya, buku karangannya setebal 400 halaman itu menjadi best seller (laris manis) di beberapa negara.
Banyaknya kesaksian akan manfaat diet ini bukan berarti membuat para ahli diet dan ilmuwan langsung setuju begitu saja. Banyak pihak, terutama dari kalangan ilmuwan, menyebutkan bahwa teori Dr. D’Adamo ini kurang ilmiah.
John McMahon, ND, seorang naturopatis dari Wilton Connecticut, AS, menyatakan bahwa teori itu masih harus diteliti lebih lanjut. Dikatakan John bahwa penelitian Dr. D’Adamo atas pengaruh lektin terhadap makanan dijalankan di luar tubuh, maksudnya hanya dilakukan di sebuah tabung uji. Padahal, semestinya harus diteliti dalam tubuh.
Selain itu, efek lektin makanan yang sudah dimasak juga belum terbukti. Memang, Dr. D’Adamo melakukan tes terhadap makanan yang belum dimasak. Namun, bukankah makanan yang diasup biasanya sudah dimasak?
Sikap dan pernyataan yang sama juga diungkapkan John Foreyt, Ph.D, ilmuwan dari Baylor College of Medicine di Houston, AS. "Walaupun teori ini sudah lama dibicarakan dan diteliti, tidak ada kesimpulan yang didapat. Tidak ada kaitannya antara tipe darah dan penyakit tertentu. Ini adalah loncatan kesimpulan yang masih perlu diteliti lebih lanjut," tutur Andrea Wiley, Ph.D, profesor antropologi dari James Madison University di Harrisonburg.
Bahkan Dr. Samuel Oetoro,MS., ahli gizi dari Klinik Nutrifit di Jakarta menambahkan bahwa penelitian yang dilakukan Dr. D’Adamo tidak memenuhi standar penelitian ilmiah. Teori yang diajukannya hanya berdasar bukti empiris atau pengalaman yang dijalankan orang. "Jelas itu tidak cukup," tuturnya.
Padahal, kalau sebuah teori hendak dijadikan pegangan, mesti melewati proses penelitian tingkat tertinggi yang disebut Prospectif Double Blind Randomize Clinical Trial. Maksudnya, penelitian tersebut mesti dilakukan dengan objek yang diambil secara acak (random).
"Yang terjadi pada Dr. D’Adamo tidak demikian. Orang yang diteliti sudah ditentukan, yakni mereka yang pernah datang ke kliniknya. Mereka pun sudah tahu kalau menjalani diet tipe ini, padahal semestinya tidak demikian," papar Dr. Samuel.
Selain acak, pasien harus dibagi dalam dua kelompok, mereka yang menjalankan diet dan tidak. Untuk itu pasien tidak boleh tahu bahwa mereka dibagi dalam dua kelompok. Bahkan mereka juga tidak boleh tahu (blind) kalau sedang diteliti. Juga tidak boleh tahu kalau sedang menjalani diet model ini. Setelah beberapa waktu, hasilnya baru dibandingkan. Dengan alasan kurang ilmiah inilah, bisa dipahami bahwa diet ini tidak dianjurkan oleh ahli gizi.

Gizi Seimbang
• Bagi banyak ahli gizi di Indonesia, juga di negara-negara lain, diet yang terbaik untuk dijalankan sampai saat ini adalah dengan gizi seimbang.
Dr. Samuel menjelaskan bahwa diet gizi seimbang adalah mengasup makanan dengan kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
Makanan yang kita asup setiap hari mesti lengkap mengandung semua unsur tersebut. Misalnya, hari ini kita mengonsumsi nasi untuk sumber karbohidrat, tempe atau daging untuk kebutuhan protein, sayur buncis dan wortel untuk kebutuhan vitamin dan mineral, serta minum susu untuk kebutuhan lemaknya. Hari selanjutnya bahannya bisa variasi. Yang jelas, tidak membosankan, tapi juga jangan sampai tidak seimbang.
Pendapat sama juga diungkapkan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan. Menurutnya, berbagai macam diet yang ditawarkan sering tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.
"Setiap individu itu unik dan berbeda. Karenanya, apa yang cocok untuk seseorang belum tentu cocok untuk orang lain. Kebutuhan nutrisi setiap orang tergantung pada usia, tingkat stres, jenis kelamin, berat badan, faktor emosional, latihan fisik yang dijalankan, dan penyakit yang diderita," sebut Prof. Ali.
Karena itu, setiap orang mesti paham benar dengan dirinya. Tipe darah bisa dipakai sebagai tambahan informasi untuk mengenali diri, tapi jangan digunakan sebagai patokan dasar. Kalau kurang paham, kita bisa berkonsultasi dengan ahli gizi bagaimana menyikapi diri sendiri. "Yang jelas, setiap hari gizi seimbang dengan variasinya mesti dijalani," tutur Dr. Samuel.
Khas Pemburu Sampai Sensitif

Berdasar penelitiannya, Dr. D’Adamo membuat kesimpulan untuk masing-masing tipe darah, sebagai berikut:

Tipe darah O, yang disebut sebagai pemburu, memiliki ciri khas:
• Sistem kekebalannya berlebihan.
• Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat, seperti daging, buah, ikan, sayuran.
• Tidak cocok bila berdiet dan mudah beradaptasi dengan lingkungan.
• Respon yang baik atas stres bisa ditanggapi dengan aktivitas fisik.
• Memiliki risiko terkena penyakit yang disebabkan oleh radang dan kerusakan organ seperti arthritis bila makanan yang diasup tidak sesuai.

Tipe darah A berciri khas:
• Jalur pencernaan cukup sensitif.
• Dianjurkan menjadi vegetarian atau makan tinggi karbohidrat dan rendah lemak.
• Stres biasanya bisa diatasi lewat meditasi.
• Sistem kekebalan tubuhnya tidak sekuat tipe O.

Tipe Darah B berciri khas:
• Dianjurkan untuk melakukan diet dengan berbagai variasi dari semua tipe darah termasuk di dalamnya daging.
• Tipe darah ini sangat cocok dengan asupan produk susu.
• Dianjurkan juga menjalani latihan gerak seperti renang dan jalan kaki.
• Bila makanan yang diasup tidak sesuai dengan tipe ini, diduga risiko terkena virus yang bisa menyerang sistem saraf sangat tinggi.
• Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
• Bila seseorang bertipe ini stres, akan sangat cocok bila diatasi dengan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kreativitas.
• Tipe darah ini adalah tipe yang paling seimbang.

Tipe Darah AB berciri khas:
• Memiliki jalur pencernaan yang sensitif.
• Sistem kekebalan tubuh sangatlah toleran.
• Respon yang paling baik terhadap stres biasanya dengan melakukan kegiatan spiritual dibarengi dengan aktivitas fisik dan kreativitas.
• Masih dalam tahap evolusi.
• Paling mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan bentuk diet.
• Bentuk gabungan dari tipe A dan B.

@ Abdi Susanto
Sumber: Kompas.com


Posted by Herlyn_rd

Jumat, 01 April 2005

10 Kebiasaan yang dapat Merusak Otak

edited by dr. Martin Leman, DTM&H

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Posted by Herlyn_rd

Minggu, 06 Maret 2005

Dealing with Unwanted advices

Menghadapi nasehat yang tidak diinginkan

LISTEN
jangan bersikap terlalu defensif, karena siapa tau aja nasehat tsb emang berguna. Intinya be open minded

DISREGARD
Kadang cara terbaik adalah bersikap cuek, walaupun kita pura2 interested. Cukup bilang 'oke juga sarannya!', etc

AGREE
mungkin kita bisa ambil satu poin yang kita setuju, dan terus aja ngomongin poin tsb, sampai itu orang lupa dengan poin yang lain.

Pick your battles
selama nasehat tsb nggak berbahaya atau berdampak buruk bagi si bayi, nggak ada salahnya ikutin, apalagi kalau datang dari mertua, dsb. Contoh, kalau dia maksa si bayi harus dipakein topi supaya nggak kepanasan pas jalan2, yah pakein aja didepannya. kalau dia nggak liat copot!

CHANGE THE SUBJECT
cari aja bahan omongan lain, kalau bisa

EDUCATE THE OTHER PERSON
by quoting a doctor (cara paling ampuh biasanya), refer to a book, etc.
kebanyakan orang langsung diem, begitu kita udah bawa2 nama dokter. 'Iya bener, tapi kata Spaku, bla bla bla...' Dijamin!!!!!!

BE VAGUE
misal, kalau si mertua nanya, "Udah belajar pipis sendiri?" padahal si baby baru setahun dan jelas aja belum ngerti, bilang aja, " iya, kita lagi mau mulai nih ngajarin". terus ganti topik secepatnya!

ASK FOR ADVICE
Mungkin kedengeran aneh, tapi berguna juga loh! Apalagi buat ortu, mertua atau ipar. Dengan begini, mereka merasa dihargai, dan pada akhirnya, diem kalau nggak ditanya. Dan siapa tau aja kita bisa belajar sesuatu.

MEMORIZE A STANDARD RESPONSE
" mungkin itu nggak baik buat kamu, tapi buat aku, ini oke"

BE HONEST
Kalau udah nggak nahan lagi, bilang
" i know how much you love her/him and i'm glad you get to spend so much time with him. as much as you think you're helping me when you give me advice about his sleeping habits, i'm really comforteble with my own approach, and i'd relayy appreciate if you'd understand that"
of course, timing is everything!!!

FIND A MEDIATOR
Misal suami, ipar, dsb

SEARCH OUT LIKE-MINDED FRIENDS
misal, kita2 di loving mom ini!

USE HUMOUR
misal ada aja yang protes : Kapan lu bakal brenti netein bayilu?
bilang aja sambil ketawa "ntar kali ye, kalau dia udah masuk SMA!!!!"

by fanny, disadur dari buku Gentle Baby Care, E. Pantley

Kamis, 10 Februari 2005

Antibiotik dan Kekebalan Tubuh pada Anak

Sumber : Kompas
Minggu, 10 April 2005


ULASAN mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak rasional sudah sering dibahas. Akan tetapi, bagaimanapun, "kampanye" memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.

Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung kerap menjadi obyek "ceruk pasar" dari berbagai produk antibiotik yang diresepkan dokter. Hingga hari ini pun sebagian dokter masih kerap menunjukkan sikap ketidaksukaan jika menghadapi pasien cerewet alias kritis. Masih banyak pula pasien-yang notabene konsumen medis-segan banyak bertanya kepada dokter, dan memilih manggut-manggut saja jika diberi obat apa pun oleh dokter.

"Sebenarnya kan lucu jika kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita bayar. Terlebih yang kita bayar itu untuk dikonsumsi oleh anak kita yang merupakan amanat Tuhan. Ketidaktahuan ini sering kali dibiarkan oleh kalangan medis, malah kerap dimanfaatkan," ujar dr Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed, yang aktif mengedukasi para orangtua dalam mengonsumsi produk dan jasa medis, termasuk melalui milis (mailing list).

Seperti dipaparkan Purnamawati, antibiotik berasal dari kata anti dan bios (hidup, kehidupan). Dengan demikian, antibiotik merupakan suatu zat yang bisa membunuh atau melemahkan suatu makhluk hidup, yaitu mikro-organisme (jasad renik) seperti bakteri, parasit, atau jamur. Antibiotik tidak dapat membunuh virus sebab virus memang bukan "barang" hidup. Ia tidak dapat berkembang biak secara mandiri dan membutuhkan materi genetik dari sel pejamu, misalnya sel tubuh manusia, untuk berkembang biak.

Sementara masih kerap terjadi, dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam, batuk, pilek. antibiotik yang dianggap sebagai "obat dewa". Pasien irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir. Padahal, antibiotik tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu.

"Orangtua sebagai yang dititipi anak oleh Tuhan harusnya tak segan-segan bertanya sama dokter. Apakah anaknya benar-benar butuh antibiotik? Bukankah penyebabnya virus? Tanyakan itu kepada dokter," kata Purnamawati tegas. Namun, kadangkala menghadapi orangtua yang bersikap kritis, sebagian dokter beralasan antibiotik harus diberikan mengingat stamina tubuh anak sedang turun karena flu. Jika tidak diberi antibiotik, hal itu akan memberi peluang virus dan kuman lain menyerang.

Mengenai hal itu, Purnamawati menanggapi, "Sejak lahir kita sudah dibekali dengan sistem imunitas yang canggih. Ketika diserang penyakit infeksi, sistem imunitas tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. Infeksi karena virus hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan baik dan istirahat cukup, serta diberi obat penurun panas jika suhunya di atas 38,5 derajat Celsius. Jadi, bukan diberi antibiotik. Kecuali kalau kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV. Flu akan sembuh dengan sendirinya, antibiotik hanya memberi efek plasebo (bohongan)."

Hal senada juga secara tegas dikatakan farmakolog Prof dr Iwan Darmansjah, SpFk. "Antibiotik yang diberi tidak seharusnya kepada anak malah merusak sistem kekebalan tubuhnya. Yang terjadi anak malah turun imunitasnya, lalu sakit lagi. Lalu jika dikasih antibiotik lagi, imunitas turun lagi dan sakit lagi. Terus begitu, dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak tambah mudah sakit," ujar Iwan.

PURNAMAWATI menggarisbawahi, antibiotik baru dibutuhkan anak ketika terserang infeksi yang disebabkan bakteri. Contoh penyakit akibat infeksi bakteri adalah sebagian infeksi telinga, infeksi sinus berat, radang tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus, infeksi saluran kemih, tifus, tuberkulosis, dan diare akibat amoeba hystolytica. Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri, hal itu malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten.

"Perlu diingat juga, untuk radang tenggorokan pada bayi, penelitian membuktikan 80-90 persen bukan karena infeksi bakteri streptokokus, jadi tidak perlu antibiotik. Radang karena infeksi streptokokus hampir tidak pernah terjadi pada usia di bawah dua tahun, bahkan jarang hingga di bawah empat tahun," kata Purnamawati.

Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan aluran cerna, seperti diare, mual, muntah, mulas/kolik, ruam kulit, hingga pembengkakan bibir, elopak mata, hingga gangguan napas. "Berbagai penelitian juga menunjukkan, pemberian antibiotik pada usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi di masa yang akan datang," kata Purnamawati tandas.

Kemungkinan lainnya, gangguan akibat efek samping beberapa jenis antibiotik adalah demam, gangguan darah di mana salah satu antibiotik seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun. Lalu, kemungkinan kelainan hati, misalnya antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim, sulfonamid. Golongan moxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod dapat menimbulkan allergic hepatitis. ementara antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat enyebabkan gangguan ginjal.

Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri, pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang dituju, yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic). Untuk infeksi bakteri yang ringan, pilihlah yang bekerja terhadap bakteri gram positif, sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus, pneumonia, apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri gram negatif. Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata), serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.

Jika anak terpaksa menjalani suatu operasi, untuk mencegah infeksi sebenarnya antibiotik tidak perlu diberikan dalam jangka waktu lama. "Bahkan pada operasi besar seperti jantung, antibiotik cukup diberikan untuk dua hari saja," ujar Iwan. Purnamawati menganjurkan, para orangtua hendaknya selalu memfotokopi dan mengarsip segala resep obat dari dokter, dan tak ada salahnya mengonsultasikan kepada ahli farmasi sebelum ditebus.

Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru dan lebih kuat. Sementara kuman terus menjadi semakin canggih dan resisten akibat penggunaan antibiotik yang irasional. Inilah yang akan menjadi masalah besar kesehatan masyarakat. Antibiotik dalam penggunaan yang tepat adalah penyelamat, tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal, ia akan
menjadi bumerang.

"Antibiotik seperti pisau bermata dua. Untuk itu, media massa berperan besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri farmasi ngambek tak mau beriklan," tutur Iwan. (SF)

Posted by Nana

Rawatlah Gigi Si Kecil Sejak Dini

Setelah gigi susu keluar, perawatannya tak boleh disepelekan. Sebab, pengaruhnya akan sampai ke gigi permanen.

Bakal gigi susu sebenarnya sudah terbentuk sejak bayi masih di kandungan, yaitu sejak janin berusia 4 minggu sampai ia lahir. Bahkan, gigi permanen yang bakal menggantikan gigi susu pun sudah terbentuk.

Gigi tumbuh dari epitel tulang rahang. Mula2 yang tumbuh adalah mahkota gigi berwarna putih dengan lapisan luar emailnya, lalu berlanjut ke bawah berupa dentin, diteruskan dengan benak gigi (pulpa) yang menjadi tempat saraf dan pembuluh darah, serta yang paling akhir ialah akar gigi.

Erupsi atau keluarnya akar gigi pertama biasanya terjadi di usia 6 - 8 bulan setelah kelahiran. Erupsi tak terjadi sekaligus, melainkan satu persatu dan kadang ada juga yang sepasang-sepasang. Umumnya erupsi diawali gigi seri tengah bawah, lalu secara berurutan gigi seri tengah atas, gigi seri lateral (samping) atas dan gigi seri lateral bawah.

Ketika berusia satu tahun, biasanya anak punya 6-8 gigi susu. Namun jangan khawatir jika yang tumbuh baru 2 gigi karena prosesnya masih berlanjut. Kemudian di usia 1-2 tahun muncul 4 gigi geraham atas dan bawah sebelah depan, 4 gigi taring atas dan 4 bawah, serta 4 gigi geraham atas dan bawah sebelah belakang. Jumlah semuanya ada 20 gigi. Pertumbuhan gigi susu akan berhenti di usia 3 tahun. Lantas, satu persatu akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen saat si kecil menginjak usia 5 atau 6 tahun.

MENGAPA GIGINYA BELUM JUGA ERUPSI?
Tak jarang, hingga usia setahun, si kecil belum juga erupsi gigi. Hal ini masih dianggap wajar. Namun bila sampai usia 2 tahun ia belum juga menunjukkan tanda-tanda akan erupsi gigi, seperti gusi tampak pucat, agak menonjol, dan mucul warna putih di tempat biasa muncul gigi, maka dikatakan terlambat.

Jika memang terlambat, bawa anak ke klinik gigi untuk dilihat apakah benih giginya betul ada atau tidak. Jika ada, rangsang pertumbuhan giginya dengan cara memberi makanan keras seperti wortel, apel atau daging agar ia mau mengunyah. Lebih baik lagi jika dimulai sejak anak diberi makanan padat.

Lain hal jika benih gigi memang absen. Ditunggu sampai kapanpun tak pernah akan terjadi erupsi. Tentunya kelainan ini akan tetap berlanjut sampai dewasa. Walaupun kasus seperti ini jarang, diduga penyebabnya adalah faktor keturunan, bukan kekurangan suatu zat tertentu.

JADI REWEL KALA HENDAK ERUPSI GIGI
Saat gigi susu si kecil muncul, ada tanda-tanda khusus yang perlu diketahui oleh orang tua. Umumnya, bayi lebih rewel karena kemunculan gigi merupakan saat yang tak menyenangkan. Gusi terasa sakit dan gatal, warnanya memerah dan agak bengkak. Pipi bayi juga biasanya berwarna kemerahan. Air liurnya banyak keluar.

Bahkan, pada beberapa bayi muncul demam. Soal demam ini masih diragukan apakah memang disebabkan oleh proses muncul gigi. Kenyataannya, anak di bawah usia satu tahun sering terkena infeksi virus yang mungkin saja berbarengan dengan keluarnya gigi. Jadi, demam itu lebih disebabkan infeksi virusnya.

Yang merepotkan, si kecil biasanya kehilangan nafsu makan saat giginya akan keluar. Maklum, ia merasa tak nyaman akibat rasa gatal di sekitar mulut. Berilah makanan lunak dan agak dingin sementara si kecil mengalami ketidaknyamanan itu.

Untuk mengurangi rasa gatal di gusi, tekan-tekanlah gusinya dari sebelah luar. Gunakan jari-jari tangan secara lembut. Ingat jaga jangan sampai kuku-kuku kita melukai wajah si kecil. Selain itu, beri ia mainan atau buah dan sayuran, seperti apel dan wortel (finger food), untuk digigit-gigit. Jangan lupa, sebelumnya cuci bersih makanan dan mainan yang akan digigit. Gigitan ini dapat mengalihkan rasa gatal di sekitar gigi yang akan muncul. Namun ingat, jangan biarkan si kecil menggigit-gigit jari tangannya, sebab kegiatan ini bisa berkembang menjadi kebiasaan buruk.

PERAWATAN GIGI
Kendati gigi susu akan tanggal dan digantikan oleh gigi permanen, namun perawatannya tetap penting. Perawatan sejak dini bisa menghindarkan si kecil dari kerusakan gigi yang parah. Karena itu, sejak erupsi gigi pertama, orang tua harus membersihkan gigi bayi tiap kali ia habis makan atau menyusu. Meskipun cair, susu bisa menempel pada gigi dan berbahaya bagi kesehatan gigi. Kalau tidak, di usia 1 -2 tahun nanti giginya bisa rusak dan berlubang. Biasakan minum air putih setelah makan dan minum susu.

Sebetulnya, sebelum gigi erupsi pun si bayi sudah bisa diajarkan merawat gigi. Caranya, bersihkan gusi-gusi bayi dengan memakai kain kasa atau kapas yang dibasahi air matang. Cari posisi yang paling enak, yaitu dengan memangku si bayi dan mendekap kepalanya ke dada. Setelah giginya erupsi, gunakan sikat gigi khusus bayi. Sedikitnya dibersihkan sekali sehari tanpa memakai pasta gigi, dengan posisi kepala si bayi di pangkuan ibu.

Setelah anak bisa berjalan barulah diajarkan menyikat gigi sendiri. Awali dengan tanpa pasta. Posisinya, orang tua di belakang anak dan membantu menyikat giginya dari belakang. Gunakan sikat gigi khusus anak sesuai usianya.

Setelah terbiasa, sedikit demi sedikit beri ia pasta gigi yang mengandung fluor namun rasanya tak manis atau pedas. Lakukan 2 kali sehari, sehabis makan pagi dan mau tidur malam. Selain itu, biasakan anak untuk minum air putih dan berkumur seusai makan atau minum susu.

Agar anak terbiasa dan terlatih merawat giginya, kenalkan pula dengan dokter gigi. Idealnya, dimulai sejak anak berusia 2 tahun, kecuali jika ada masalah serius pada usia sebelum itu. Periksakan gigi anak secara rutin ke dokter gigi, min. 6 bulan sekali.

BILA SI KECIL MENGALAMI KERUSAKAN GIGI
Data menunjukkan, 9 dari 10 anak balita menderita kerusakan gigi, dan setiap anak rata-rata menderita 7 lubang dari 20 giginya. Bila kita melihat ada lubang pada gigi si kecil, jangan menunggu lagi, segera bawa ke dokter.
Apalagi, kerusakan pada gigi susu berjalan lebih cepat (progresif) dibanding pada gigi tetap. Tak aneh jika kerusakan pada gigi susu juga mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen yang terjadi di usia 5-6 tahun nanti. Gigi tetap jadi rentan dan rapuh.
Kerusakan gigi susu yang juga sering terjadi adalah karies gigi (kerusakan gigi setempat yang dimulai pada permukaan/email gigi). Lubang dan karies gigi timbul antara lain karena perawatan yang tidak tepat dan pengaruh sisa-sisa makanan pada gigi terutama gula dan tepung.
Untuk mencegah karies gigi, hindari memberi susu botol sambil anak tertidur dan jangan tambahkan susu formula. jika tak ditangani dengan perawatan yang benar di rumah maupun di klinik, karies gigi akan menjadi ganas dan menjalar dari email ke dentin sampai pulpa. *************
(As the original article; "Sentuhan Tiga Tahun Pertama, Tumbuh Kembang dan Perawatan Bayi - Batita"; "Rawatlah Gigi Si Kecil Sejak Dini" (page 98-99))

Posted by Anggie

Rabu, 09 Februari 2005

Bilingual Baby

Bringing-up Bilingual Baby
by Dorothy P. Dougherty

Experts believe that exposing your baby to a foreign language, early in life, will actually stimulate his brain development. If you, as an adult, have tried to learn a foreign language, you may have had a difficult time hearing the subtle differences in the pitch, tone, and unfamiliar sounds of the language you were trying to understand and speak. However, soon after birth, babies begin to perceive the differences in the actual sounds that make up words. In fact, researchers have found that four mouth old babies have the remarkable ability to hear the differences between every sound in every language. This is a difficult task for an adult, as many of the worlds 6,000 languages use a different assortment of sounds to build words. However, by the age of ten months, an American baby surrounded by English-speaking adults has learned to tune out the sounds of Russian, for example, and concentrate on, and learn, the syllables and words of the language spoken by the people around him. This is why experts recommend that exposing your baby to a foreign language early in life may make it easier for him to learn the language.

What a wonderful advantage your child will have if he is to learn more then one language. Research has shown that bilingual students have stronger problem solving and analytical skills and may even have higher grade point averages. Some experts believe that when a person is bilingual they may also be more creative as they have more and different ways to express themselves. Socially, if your child is bilingual or multilingual, he will be able to communicate with people form different cultures, which may lead to more extensive job and personal opportunities in the future.

If your child is growing up in a bilingual household, to make learning easier, it is recommended that you expose your child to a consistent pattern. "One Person, One Langauge" is recommended. Each parent should use a different language with the child, or one language is used in the home, and another outside the home. This will enable him to associate each language with different people, places, and situations. It is important to choose a consistent pattern that is easy for your family to adopt.

You do not have to be a native speaker of a foreign language (tapi setahu gue, kalau kita mau ngomong, misal bahasa inggris ke anak, kita mesti yakin kalau bahasa ingris kita beneran bagus, soalnya kalau nggak ntar salah lagi, dan anak kita belajar bahasa yang salah!!!), nor do you have to live in the country where a particular language is spoken, to support your child's foreign language learning. Form a play group with children who speak the foreign language your child is learning. Perhaps you could hire a nanny or arrange a regular baby-sitting arrangements with another mother or father in your neighborhood who speaks the language. Enroll your child in a bilingual pre-school or elementary school. Make arrangements with the foreign language teacher to tape record the lessons presented in your child's classroom. He will be able to practice pronunciation at home and show you what he is learning.

Utilize the large selection of interactive multimedia software programs, games, books, and toys developed by foreign language companies. Learn songs to sing to and with your child and play foreign language tapes in your car. Look for bilingual library books to read to your child which include information about the foreign country's culture.

Watch bilingual children's television shows together. Utilize a dictionary to look up unfamiliar words. If possible, take trips to places where people speak the foreign language or take a tour with foreign tourists.

Although many experts agree it may take longer for a child who is exposed to two, or more, languages at an early age to begin talking, usually by age three, most will learn to use both languages without a lot of effort. When your young child begins to say words and sentences, he may go through a period of mixing the two languages and begin to use vocabulary from both languages in the same sentence. He may also not have equal skills in both languages, as it is common for there to be more understanding than actual use of one language.

In order for your child to become truly bilingual, he will need a lot of stimulation in both languages. He will need to hear songs, stories, and lots of talk in both languages with equal enthusiasm and spontaneity. As with all kinds of learning, it is important that you often show your child that you are interested and consistently support your child's efforts to learn. Relax and have fun helping your young child reach his highest potential.

Dorothy P. Dougherty may be contacted at http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0399527311/ref=ed_oe_p/002-0659993-8001642 [email protected] . Click here to view more of their articles.
Dorothy P. Dougherty, MA, CCC-SLP, is a Speech/Language Pathologist and author of How to Talk to Your Baby: A Guide to Maximizing Your Child's Language And Learning Skills. (Penguin/Putnam, 12/99) For 24 years, Ms. Dougherty has worked with children and adults in school, clinical, and private settings. She obtained her bachelor's degree in Speech Pathology from West Chester University in Pennsylvania in 1978, her master's degree in Speech Pathology from the College of New Jersey in Trenton in 1980, and her Certificate of Clinical Competency from the American Speech-Language-Hearing Association in 1981. In her book, she shows busy parents how to enhance a young child's language skills as they go about daily life activities. How children learn to talk, what to expect at different ages, and brain boosting tips from birth to three years are also included


Posted by Fanny

3 Fondasi Anak Pintar ...

http://www.kompas.com//kesehatan/news/0512/09/124456.htm

Sungguh asyik menyaksikan si Upik dan si Buyung tumbuh.


Sedari masih bayi, ketika ia hanya bisa mengoek, tengkurap, merayap, sampai akhirnya berjalan di atas kaki sendiri. Betapa sehat dan pintarnya! Namun, kenangan manis itu terancam lenyap, jika orangtua tak buru-buru membangun fondasi yang tepat buat anak. Fondasi? Kayak rumah aja!

Memang, sama seperti rumah, anak pun memerlukan fondasi untuk meniti masa depannya. Bahan baku fondasi itu bukan makanan impor berharga mahal. Namun, kepedulian ayah-bunda pada kebutuhan anaknya di usia dini, terutama rentang usia 0 - 3 tahun atau 0 - 5 tahun, saat anak bersiap masuk institusi "sekolah", baik yang namanya Taman Penitipan Anak, Taman Bermain, maupun Taman Kanak-kanak.

Setidaknya, ada tiga fondasi yang harus ditanam, jika ingin anak tetap sehat dan pintar menjelang masuk lembaga pembelajaran formal. Yakni fondasi mental, gizi, dan perencanaan keuangan. Tiga pilar itu dipercaya bakal membawa anak mengalami pengayaan mental sejak awal, tumbuh sehat wal’afiat, serta memiliki akses ke dunia pendidikan sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Please, ini soal serius, dan memang benar-benar serius. Karena kini, sebagian besar fondasi itu, ternyata dibangun orangtua dengan cara yang kurang tepat.

Menjadi diri sendiri

Fondasi ini menjadi penting, kata Hj. Tientje Nurlaila, Direktur Eksekutif Center for Indonesian Child Studies (CEFICS), karena masih banyaknya salah kaprah dipraktikkan orangtua.

"Soal mental, misalnya, justru sebenarnya anak tak perlu persiapan khusus. Biarkan dia masuk usia prasekolah dengan wajar. Yang harus lebih banyak bersiap justru orangtuanya," tegas warga Bogor ini.

Contohnya, saat anak bertemu dan bermain dengan teman sebaya, baik di Taman Penitipan Anak maupun di Taman Bermain, orangtua sering bertindak kelewat protektif. Begitu melihat si anak menangis, naluri icam (ikut campur) mereka langsung terangsang. Tak jarang, sang ibu marah pada teman atau guru yang membiarkan anaknya tersedu-sedan.

Padahal, tangisan anak saat memasuki lingkungan baru, menurut Tientje, itu bagian dari proses sosialiasi yang harus dijalani. Di Taman Bermain dan sejenisnya, proses itu bisa berlangsung antara tiga hari sampai dua minggu. "Kita mengamati saja dari jauh. Jika terjadi sesuatu yang menyimpang, misalnya ia menangis sambil membanting-banting benda yang dipegang, barulah turun tangan," cetus Tientje.

Upaya "membentuk" mental anak, apalagi di usia 0 - 3 tahun, bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Terlalu disiplin dengan selalu memaksa anak mengucapkan kata-kata yang baik-baik, manis, dan sopan di rumah, misalnya, membuat si Buyung atau si Upik kebingungan ketika berhadapan dengan teman-temannya yang berperilaku sebaliknya. Dia seperti kehilangan jati diri. Mana yang harus diikuti, perintah orangtua atau teman-temannya? Berdasarkan pengalaman, anak biasanya lebih suka ikut arus pergaulan.

Sebaliknya, jika sejak awal si anak tidak diperangkap dengan berbagai aturan dan larangan, kelak orangtua akan lebih mudah meluruskan dan memberi pengertian tentang bahaya atau dampak negatif sebuah perbuatan yang dilihat anak di luar rumah. Ia pun tidak dibuat bingung, karena langsung punya pedoman. "Itu sebabnya, saya lebih suka orangtua bertindak sebagai pengamat. Jika ada sesuatu yang kurang beres, barulah turun tangan," tandasnya.

Praktik mendidik dengan lebih banyak memberikan kebebasan dan pilihan pada anak, serta membiarkan anak belajar dari kesalahan, kini banyak dilakukan di negara-negara maju. Model paksaan atau larangan sudah ketinggalan zaman. Apalagi untuk anak usia 0 - 3 tahun, yang tergolong rentang usia sensitif.

"Kemampuan berbahasa mereka baru dalam tahap mendengarkan, tapi belum mengerti apa maknanya," jelas Tientje.

Tiap anak, menurut Tientje, menyimpan sifat gabungan yang berasal dari gen bapak dan ibunya. Kalau orangtua secara genetis mewariskan sifat boros pada anaknya, upaya mengubah anak menjadi superhemat tentu tak segampang membalik punggung tangan. Perempuan murah senyum ini bilang, sifat anak yang dibawa sejak lahir ibarat takdir yang sulit diubah, sedangkan perkembangannya bisa diibaratkan sebagai nasib.

"Orangtua tidak bisa mengubah takdir anak, tapi bisa mengarahkan agar nasibnya lebih baik," imbuh Tientje. Jadi, kalau anak terlanjur mewarisi sifat boros, bapak dan ibunya bertugas mengarahkan agar tingkat keborosan itu tak berkembang menjadi sesuatu yang merugikan nantinya. "Jangan lupa, kita pernah menjadi manusia seusia dia. Tapi dia belum pernah menjadi manusia seusia kita. Jadi, biarkanlah anak menemukan dirinya sendiri," tutup Tientje berfilsafat.

Gemuk belum tentu sehat

Bukan hanya fondasi mental yang dilakoni secara salah kaprah, fondasi gizi pun setali tiga uang.

Sekarang ini, banyak orangtua yang bangga anaknya gemuk. Anak gemuk, lebih tepatnya kegemukan, bahkan dianggap sebagai lambang kemapanan orangtua.

"Padahal, anak gemuk tidak identik dengan anak sehat. Badan gemuk juga tidak otomatis membuat anak lebih pintar," bilang dr. Luciana B. Sutanto, praktisi gizi.

Belakangan, prevalensi (angka kejadian) obesitas anak-anak di Indonesia, seperti juga di negara-negara maju, meningkat tajam. Ciri-ciri anak kegemukan, antara lain wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, leher relatif pendek, dada menggembung dengan payudara membesar. Hati-hati dengan "kelebihan" yang satu ini, karena obesitas pada anak dipercaya dapat memicu penyakit jantung, dilipidemia, hipertensi, dan masih banyak lagi.

Dampak obesitas bisa terjadi dalam hitungan detik alias jangka pendek, tapi dapat juga jangka panjang. Jangka pendek, ketika masuk Taman Bermain Anak contohnya, "si gendut" (begitu biasanya dia dijuluki oleh kawan-kawan "normal"nya) bisa menjadi bahan olok-olokan yang tak kunjung reda. Pada anak, ejekan itu sangat mungkin menumbuhkan rasa rendah diri. Anak gemuk pun kurang bebas beraktivitas, karena lamban dalam bergerak.

Dr. Luciana menyarankan, orangtua sebaiknya tetap berpegang pada aturan gizi seimbang. Selain itu, perhatikan juga takarannya, jangan samakan dengan takaran orang dewasa. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, anak-anak dengan problem kegemukan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena dianggap sangat berpengaruh terhadap kualitas kesehatan generasi masa depan.

Alangkah baiknya jika masalah keseimbangan gizi ini sudah diperhatikan, bahkan sejak bayi membutuhkan makanan pendamping air susu ibu (ASI). Dalam sebuah seminar, Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan, Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH menyatakan, untuk mencegah gangguan dalam tumbuh kembang balita, makanan pendamping itu harus memenuhi beberapa syarat.

Di antaranya padat gizi dan seimbang (kaya energi, cukup protein, perbandingan karbohidrat dan lemak seimbang). Kandungan lemak harus mampu mencukupi kebutuhan asam lemak jenuh dan tidak jenuh, cukup vitamin dan mineral, serta batasi kandungan serat kasar. Gula dan garam diberikan secukupnya untuk memberi rasa. Di samping itu makanan pendamping juga harus aman dikonsumsi, bebas dari gangguan organisme patogen (penyebab penyakit), racun, dan bahan berbahaya lainnya.

Ahli pangan IPB, Dr. Ir. Sugiyono, M.App.Sc. mengamini, makanan pendamping ASI mesti memenuhi kebutuhan energi dan gizi bayi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Ia juga menyitir Codex Alimentarius Commission, yang pada 1991 mensyaratkan kandungan energi minimum 400 kkal/10 g, protein 15 gram/100 g, lemak 10 - 25 g/100 g, asam linoleat 1,4 g/100 g, serat kasar maksimum 5 g/100 g.

Dr. Luciana menambahkan, setelah agak besar, sebaiknya anak juga dilatih dengan beragam kebiasaan makan yang baik, seperti membiasakan diri sarapan. Jika terbiasa sarapan, saat mulai masuk sekolah kelak, anak tak akan kaget lagi makan-minum di pagi hari. Selain itu sarapan penting untuk memberi energi, agar anak tetap sehat dan bersemangat, apa pun aktivitas yang dilakukannya di pagi dan siang hari.

Empat Garis Besar

Jika fondasi mental dan gizi tak lagi disalahkaprahi, perencanaan keuangan harus dicermati untuk menjamin masa depan pendidikan anak.

Ketika usia anak makin bertambah, bekal perilaku terpuji dan badan sehat saja tentu belum mencukupi. Kelak anak harus dibekali dengan pendidikan prasekolah dan sekolah beneran (SD, SMP, SMA, dan seterusnya).

Idealnya. persiapan dilakukan orangtua jauh sebelum saat bersekolah tiba. Kalau perlu, sejak buah hati lahir. Seperti dilansir perencana keuangan Harris P. Marpaung, dengan semakin mahalnya biaya pendidikan, perhatian orangtua memang harus ekstra.

Secara garis besar, ada empat hal pokok yang harus dilakukan orangtua dalam mempersiapkan masa depan anak. Mula-mula, rencanakan segala sesuatunya sejak awal, misalnya prasekolah atau sekolah apa yang ingin dituju. Setelah itu, sebaiknya alokasikan duit sejak dini, agar tak kepepet di kemudian hari.

Kemudian lakukan sesuatu untuk menjamin agar dana pendidikan itu selalu tersedia (siap digunakan pada saat dibutuhkan). Misalnya, dengan melipatgandakan duit di areal perbankan, bisa dengan memasukkannya ke rekening tabungan (dan berharap dari bunganya) atau mengandalkan deposito. Bisa juga memutar uang di jalur reksadana dan asuransi pendidikan. Pola lama, seperti menyimpan duit di bawah kasur atau di laci lemari, sebaiknya ditinggalkan.

Terakhir, masih menurut Harris, orangtua harus disiplin dalam menjalankan semua rencana. Kalau dijalankan dengan konsisten, si kecil tak hanya akan menikmati masa-masa indah di usia dini, tapi juga jaminan bahwa masa-masa indah itu tak akan pudar seiring berjalannya waktu, masa ketika ia menjalani hidup dengan pintar (menjadi diri sendiri, bugar, dan berpikir jauh ke depan).

Ya, seperti rumah, si Upik dan si Buyung memang butuh pijakan kuat untuk melangkah ke depan.*

Sumber: Kompas.com

Posted by Sheila

Menambah Nafsu Makan Pada Balita/Anak

oleh: Noviana Yaniar

Nafsu makan anak-anak berkurang disebabkan oleh beberapa hal:

· Kurangnya variasi makanan yang diolah.
Hal ini bisa ditanggulangi dengan:

mencoba dengan bahan yang sama tetapi dengan resep yang berbeda, misalnya jagung selain dibuat sop, bisa juga dimasak untuk dadar jagung, atau makanan selingan seperti kue jagung, jenang jagung dan lain sebagainya.

Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diantara makanan utama misalnya dari ketela pohon direbus kemudian dihaluskan,kemudian dikepal, di dalamnya diberi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 butir telor lalu digoreng, atau wortel (tambahkan daging bila ada) dicincang, tumis dengan bawang putih dan daun bawang, masukkan bihun yang sudah ditiriskan tambahkan kecap sedikit, gula dan garam secukupnya.

Tetap diusahakan agar anak selalu makan (makanan utama) 3 kali sehari agar nutrisi yang masuk dalam tubuh anak terjaga, perlu diberitahukan pada pembantu rumah tangga yang menyuapi si anak agar sabar dan telaten.

Menambah multivitamin yang sesuai dengan kondisi dan umur anak misalnya selain ASI ditambah dengan susu yang dibutuhkan tubuh si anak (bisa melalui konsultasi gizi dengan dokter si anak).

· Masa peralihan pemberian makanan lunak ke padat (umur 2 tahun keatas).
Hal ini bisa diatasi dengan ramuan:

sesendok makan air jeruk nipis diberi gula secukupnya, diminum 2x sehari sesudah makan.

Sehelai daun pepaya segar dicuci lalu dilumatkan dengan sedikit garam dan diberi air matang sedikit demi sedikit kira-kira 1/4 gelas , peras airnya kemudian diminum sekaligus.

· Sakit perut semacam sakit perut biasa, mencret/diare, cacingan, dll.
CACINGAN:

250 g mentimun dan 500 g tahu di buat sop.

Segenggam daun pare segar diseduh dengan 1/4 gelas air lalu disaring dan diberi 1 sendok teh madu kemudian diminum sebelum sarapan.

5 wortel yang sudah dikeringkan ditumbuk/parut sampai menjadi bubuk, seduh dengan air secukupnya, minum 2x sehari, 5 g setiap kali minum.

Bila cacingan kremi: 3 siung bawang putih dikupas, dicuci, kunyah sampai halus, telan dan minum air hangat, lakukan 1-2x sehari atau dengan resep : 1/4 kelapa hijau dan 1 wortel diparut, campur kedua bahan ini dengan bahan segelas air, peras dan saring, dan diminum malam hari sebelum tidur.

Bila cacingan gelang : 60 g jahe segar dicuci lalu dilumatkan dan diberi segelas air, lalu disaring dan diberi 1 sendok makan madu, dan diminum 3x sehari atau dengan resep : 2 sendok biji pepaya dilumatkan lalu diseduh dengan 1/2 gelas air panas, lalu ditambahkan 1 sendok makan madu dan diminum selagi hangat 1x sehari.

Sumber :
· Dinas Kesehatan Unit Materia Medica. Pemanfaatan Tanaman Obat Untuk Kesehatan Keluarga. Malang, 1993.
· INTISARI. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta, 1998


Posted by Swasti Andriana